KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Rumah Kebangsaan Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi dilaunching di Kawasan Kolam Retensi Boulevard Kendari, Kamis (04/08/2022).
Rumah Kebangsaan ini merupakan gagasan dari sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus.
Agenda yang dilaunching oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sultra tersebut yang dalam hal ini diwakilkan oleh Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Waris Agono, mengatakan hadirnya Rumah Kebangsaan di Sultra ini diharapkan benar-benar mampu menjadi wadah dalam penyelesaian isu kekinian terkait persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari konsep serupa yang sebelumnya telah diresmikan oleh Bapak Kapolri pada tanggal 27 Juni 2022 lalu di Jakarta,” terangnya.
Brigjen Pol Waris Agono menilai, misi yang diemban Rumah Kebangsaan ini sangat penting yang dimana mengedepankan fungsi kolaboratif dalam menyelesaikan isu tanpa membedakan SARA.
“Olehnya itu saya berharap Rumah Kebangsaan juga bisa menjadi pilot projecy yang nantinya dapat diaplikasikan di 17 Kabupaten/Kota yang ada di Sultra dengan menyesuaikan situasi dan kondisi masing-masing,” harapnya.
“Semoga Rumah Kebangsaan di Sultra ini dapat menjalankan semua fungsi didalam programnya dengan baik sehingga dapat menyerap dan menyalurkan aspirasi positif, melahirkan kritik, masukan dan solusi bagi pemerintah dan khususnya membantu terpeliharanya Kamtibmas di Sultra,” tambah Waris.
Di lokasi yang sama, Dir Intelkam Polda Sultra KBP Nanang Rudi Supriatna, juga berharap Rumah Kebangsaan ini bisa menjadi wadah yang menghimpun pemuda-pemuda Sultra untuk bersama-sama saling bersinergi menciptakan Sultra yang lebih baik.
“Pemuda dapat mendorong dan bersinergi dengan pemerintah, Forkopimda dan segala sektor untuk mendorong kesejahteraan dan keamanan masyarakat. Melalui rumah Kebangsaan ini kita mencari solusi terbaik dan terbuka untuk umum,” singkatnya.
Untuk dikeatahui, launching Rumah Kebangsaan tersebut turut dihadiri Kepala Kesbangpol Sultra, Kepala BNN Sultra, Danrem Haluoleo, Danlanal, Danlanud, Perwakilan BINDA, Perwakilan Kejati, Perwakilan Kemenkumham Sultra, Para Ketua OKP Kemahasiswaan dan Kepemudaan, serta ratusan Mahasiswa lainnya. (**)
Comment