MUNA, EDISIINDONESIA.id – Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bangkali, Kecamatan Watopute, telah menetapkan tujuh anggota Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) ditingkat Desa, pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak bulan Oktober 2022 mendatang, pada Kamis (4/8/2022).
Namun dalam pembentukan tersebut diduga tidak profesional dan proporsional. Sebab, lebih melihat unsur kekeluargaan, bahkan didalam tujuh calon PPKD itu dua diantaranya merupakan hubungan ipar.
Salah seorang anggota BPD, La Kadir, yang dikonfirmasi berkelit jika pembentukan PPKD tidak profesional dan proporsional.
Menurutnya, tidak ada aturan yang dilanggar meskipun diakui dua diantara tujuh orang calon PPKD ini ada tinggal seatap atau baku ipar.
“Sepanjang tidak ada aturan yang dilanggar, saya kira tidak masalah. Penunjukan calon PPKD kami kembalikan kepada pengurus lembaga kemasyarakatan. Jadi, masing-masing unsur berembuk siapa yang mau mereka tunjuk,” katanya.
Kendati begitu, La Kadir yang juga Kepsek salah satu SMAN di Watopute itu welcome apabila ada unek-unek dari warga Bangkali terkait penetapan tujuh calon PPKD.
“Saya pikir ini bagus, ada umpan balik, sehingga bisa diuji publik. Sebenarnya kandidat calon PPKD memang banyak, tapi kembali lagi masing-masing unsur kami berikan kesempatan untuk menentukan siapa yang mereka tunjuk,” kilahnya.
Sementara, Kepala BPMD Muna yang juga ketua desk Pilkades Kabupaten, Rustam, yang ingin dikonfirmasi, nomor handphone yang bersangkutan sedang tidak aktif.
Sekretaris desk Pilkades, Hidayat Ardi Ponto, yang dikonfirmasi, menyayangkan apabila dalam tujuh calon PPKD ada keterikatan kekeluargaan yang sangat dekat, misalnya hubungan ipar.
“Pa Kadis dalam sosialisasi sering mengingatkan agar pembentukan PPKD selain mengikuti aturan, juga memerhatikan hal-hal yang bisa menimbukan riak-riak ditengah masyarakat. Harus profesional dan proporsional, sehingga tidak menyebabkan kegaduhan,” terangnya saat dihubungi.
“Kalau misalnya dua dari tujuh orang calon PPKD itu memiliki hubungan dekat seperti ipar, apakah sudah tidak ada lagi calon PPKD lain di Desa tersebut. Kami harap jangan ada menimbulkan gelombang dimasyarakat.” tegasnya. (**)
Comment