MUNA, EDISIINDONESIA.id – Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) hasil inovasi dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri telah tersebar diberbagai daerah di Indonesia.
Mesin yang serupa dengan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tersebut merupakan fasilitas dalam memudahkan kepengurusan dokumen kependudukan bagi masyarakat.
Kadis Dukcapil Muna melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, La Safani menjelaskan mesin ADM sangat membantu dan memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen administrasi kependudukan, diantaranya E-KTP, Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), dan lain sebagainya.
“Jadi cara kerja ADM ini mirip dengan mesin ATM di Bank. Masyarakat tinggal memilih menu yang tertera didalam ADM, sesuai kebutuhan masyarakat dokumen apa yang akan dicetak,” ujarnya, Rabu (6/7/2022).
Menurutnya, untuk di Sulawesi Tenggara (Sultra) ADM baru saja dilaunching oleh Ditjen Dukcapil, pada 2 Juni 2022 lalu disalah satu hotel di Kota Kendari, sementara bagi Kabupaten di Sultra yang telah memiliki ADM baru Kabupaten Bombana, dimana ADM diberikan sebagai hadiah dari Ditjen atas pencapaian dokumen kependudukan yang melebihi target.
“Kalau kita di Muna baru akan kami koordinasi dengan pihak Pemda terkait penganggaran pengadaan ADM. Tetapi semoga kita juta mendapat reward dari Ditjen Dukcapil, atas capaian dokumen kependudukan sesuai target atau melebihi. Saat ini pengurusan dokumen kependudukan masih seperti biasa mengunjungi kantor Dukcapil maupun melalui aplikasi di Dukcapil,” terangnya.
Kendati ADM belum tersedia di Muna, lanjut dia, masyarakat dapat menggunakan fasilitas tersebut didaerah lain yang tersedia mesin ADM.
“Termasuk masyarakat Muna dapat menggunakan ADM itu didaerah-daerah yang tersedia. Misalnya, warga kita keluar daerah, namun dalam perjalanannya akan berurusan sesuatu tetapi lupa membawa dokumen kependudukan, bisa mencetak di ADM apabila tersedia didaerah tersebut,” beber La Safani.
Namun, dibalik itu, bagi warga yang dapat mengakses mesin ADM terlebih dahulu telah mendaftarkan email dan nomor telepon, saat mendaftar atau melakukan perekaman di kantor Dukcapil.
“Karena email dan nomor telepon itu sebagai keyword untuk menggunakan fasilitas ADM,” katanya.
Mantan Kepala Seksi tersebut mengakui inovasi ini masih tergolong baru dikalangan masyarakat terkhusus masyarakat Muna.
“Pelan-pelan kita sosialisasi kan kepada masyarakat. Insyaallah semoga ADM ini juga bisa tersedia di Muna, sehingga mode pelayanan dari manual ke digital bisa dengan cepat disesuaikan oleh masyarakat sesuai dengan motto Ditjen, Dukcapil Go Digital.” tutupnya. (**)
Comment