Bosan Dibohongi, Haliana-Ilmiati Didemo Relawannya Sendiri

WAKATOBI, EDISIINDONESIA.id – Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, Haliana-Ilmiati Daud (HATI) didemo oleh Relawannya, Selasa (5/7/2022).

Unjuk rasa digelar oleh relawan muda HATI didepan kantor Bupati Wakatobi dalam rangka refleksi 1 tahun era kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati. Haliana-Ilmiati dilantik sebagai Bupati dan Wabup pada 28 Juni 2021 lalu.

Korlap aksi, Emen Lahuda menilai tidak satupun visi-misi HATI terealisasi. Sebut saja program Rp1 miliar per desa.

“Mana itu Rp1 milyar perdesa itu yang dijanjikan ke masyarakat Wakatobi,” tutur Emen.

Prestasi buruk lainnya yang disoroti pendemo yakni program udang vaname dan bawang merah yang disebut hanya membuang-buang anggaran tanpa efek ekonomi kemasyarakat Wakatobi.

“Kami menduga ada korupsi dalam pengadaan bawang merah yang menelan anggaran sekitar Rp400 juta karena hingga saat ini tidak ada produksi bawang merah pasca di launching. Hal yang sama pun terjadi dalam pengadaan dan launching udang vaname,” bebernya.

Tak hanya itu, surat rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait dugaan pelanggaran sistem merit dalam pengangkatan dan pemberhentian sejumlah pejabat daerah menjadi sorotan massa aksi.

“Prestasi Bupati saat ini hanya mendapatkan tiga rekomendasi dari KASN karena melanggar Undang-undang ASN,” ungkapnya.

Sementara itu orator lain, Safar meminta Bupati Wakatobi Haliana mengakui bahwa satu tahun kepemimpinannya gagal sebab tidak ada satupun visi dan misinya terealisasi.

“Perubahan yang dijanjikan itu ternyata perubahan kearah yang lebih buruk,” tambahnya.

Bupati Wakatobi, Haliana ditantang untuk berdialog terbuka terkait realisasi visi dan misi pasca setahun kepemimpinannya.

Aksi tersebut sempat memanas disebabkan massa dihadang oleh Satpol PP saat memaksa masuk ke area halaman kantor Bupati Wakatobi.(**)

Comment