EDISIINDONESIA.com – Menjelang berbuka, biasanya umat muslim yang menjalankan ibadah tersebut biasanya telah menyiapkan sejumlah makanan.
Pada saat berbuka puasa, secara umum makanan yang disantap adalah makanan dan minuman yang manis-manis dan segar.
Meski demikian, sebenarnya ada sejumlah jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari dikonsumsi saat berbuka puasa.
Lantas, apa saja ragam makanan dan minuman yang dihindari untuk berbuka puasa? berikut penjelasannya seperti dilansir dari laman Hello Sehat.
- Makanan pedas
Berbuka dengan makanan pedas bisa menyebabkan Anda terkena sakit perut dan timbul rasa nyeri yang membakar (heartburn) di ulu hati.
Tips aman makan makanan pedas pada saat buka puasa yaitu mengisi perut Anda terlebih dahulu dengan makanan lain seperti yoghurt atau buah kurma.
Jika Anda ingin menambahkan cabai, sambal, saus, atau bumbu pedas lainnya, batasilah konsumsinya.
- Makanan yang digoreng
Makanan yang digoreng mengandung banyak kalori yang berisiko menambah angka timbangan Anda, apalagi jika mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak.
Selain itu, gorengan merupakan makanan tinggi lemak. Makanan berlemak cenderung lebih lambat diproses dibandingkan nutrisi lainnya. Ini bisa memicu gejala gangguan pencernaan.
- Makanan tinggi gula
Ada beberapa minuman yang harus dihindari saat puasa seperti manisan buah, minuman bersoda, jus buah dengan tambahan gula, dan sirup.
Perlu diingat bahwa beragam makanan tersebut mengandung tinggi gula dan kalori, tapi rendah kandungan gizi yang lain.
- Minuman berkafein
Kandungan kafein bisa ditemukan dalam berbagai jenis minuman termasuk kopi, cokelat, dan minuman energi.
Apabila terbiasa minum kopi, Anda pasti menantikan berbuka puasa dengan minum kopi, padahal ini adalah minuman yang harus dihindari saat puasa.
Minum kopi saat perut kosong bisa mengiritasi lapisan lambung karena meningkatkan produksi asam lambung. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko Anda terkena penyakit GERD.
- Makanan berat
Langsung mengonsumsi makanan berat saat perut kosong bisa memicu terjadinya gangguan pencernaan pada beberapa orang. Gejala gangguan pencernaan itu seperti perut terasa kembung, begah, dan sakit.
Selain itu, makan berlebihan ketika berbuka puasa juga dapat menimbulkan mual hingga muntah.
- Makanan dan minuman kemasan
Sebuah studi dari Journal of Epidemiology and Community Health mencatat bahwa bahan kimia berbahaya pada makanan kemasan dapat ikut larut ke dalam makanan dan masuk ke dalam tubuh.
Bahan kimia itu termasuk bisphenol A (BPA) yang ada di dalam kemasan minuman atau makanan, formaldehida pada botol plastik, triclosan, tributyltin, dan phthalates.
Apabila Anda rutin mengonsumsi makanan kemasan saat berbuka puasa akan menyebabkan penumpukan bahan kimia di dalam tubuh.
- Makanan berserat tinggi
Jurnal International Journal of Molecular Medicine menjelaskan bahwa produk mentah berserat tinggi seperti kacang-kacangan dan biji-bijian bisa sulit dicerna ketika perut kosong.
Kondisi ini bisa menyebabkan penumpukan gas di usus dan perut kembung. Pada beberapa orang, hal ini mungkin akan membuat gas atau kentut yang dikeluarkan menjadi lebih bau.
Jika Anda berencana mengonsumsi makanan tinggi serat saat berbuka puasa, lakukan secara bertahap. Tambahkan serat sedikit demi sedikit agar sistem pencernaan Anda terbiasa. (**)
Comment