KENDARI, EDISIINDONESIA.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Sultra di Kota Baubau, Rabu (30/3/2022).
Ali Mazi mengatakan, pelaksanaan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) ini merupakan Musrenbang terakhir dalam periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sultra tahun 2018-2023.
“Musrenbang ini merupakan bentuk komitmen mewujudkan tujuan pembangunan nasional serta mensinergikan program Pemerintah Pusat dengan daerah secara berjenjang,” kata Ali Mazi.
Ali Mazi menyebut, masih terdapat empat pembahasan dan isu strategis yang akan diselesaikan tahun 2023 mendatang.
“Diantaranya pembangunan manusia, pemulihan ekonomi daerah dan penanggulangan kemiskinan, tata kelola pemerintahan dan peningkatan investasi dasar infrastruktur dasar dan wilayah terutama sektor unggulan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir yang turut hadir dalam agenda tersebut mengungkapkan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari siap bersinergi dengan pemerintah Provinsi Sultra dengan mendukung sejumlah pembangunan yang dilakukan di Kota Kendari.
“Ada beberapa program strategis pemda Sultra yang dipercayakan untuk dilakukan di Kota Kendari seperti jalan Kendari-Toronipa, kemudian rumah sakit jantung dan beberapa fasilitas lain termasuk menghidupkan perpustakaan modern ini nanti kita akan coba sinergikan dengan pemerintah provinsi,” bebernya.
Menurut pasangan Siska Karina Imran ini, sinergitas antara Pemprov Sultra dan Pemkot Kendari harus terus diciptakan. Tidak hanya untuk menyukseskan program Pemprov tetapi juga program pemerintah daerah.
“Sinergitas dibutuhkan karena Kota Kendari juga butuh dukungan Pemda Sultra untuk menyukseskan pembangunan di Kota Kendari, seperti percepatan realisasi Mal Pelayanan Publik (MPP), program pemulihan ekonomi nasional (PEN), jalan, rumah sakit dan puskesmas,” tutup Sul.
Untuk diketahui, Gubernur Sultra menyebut alasan pelaksanaan Musrenbang diluar Ibukota Provinsi merupakan momentum bangkitnya ekonomi masyarakat Sultra serta untuk menandakan jika Kota Baubau siap menjadi ibukota Provinsi Kepulauan Buton. (**)
Comment