Varian Omicron Merebak, Pejabat Negara Dilarang ke Luar Negeri

Ilustrasi varian baru virus corona B.1.1.529 yang bernama Omicron. (Foto: dok. MNC Media)

EDISIINDONESIA.com – Pemerintah melarang pejabat negara melakukan perjalanan ke luar negeri. Larangan pejabat negara untuk melakukan perjalanan ke luar negeri demi mencegah penyebaran varian varian Omicron yang tengah merebak di sejumlah negara.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan saat ini pemerintah telah menyusun langkah antisipasi dalam merespon merebaknya varian Omicron di sejumlah negara.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangannya, Rabu (1/12/2021).

“Pejabat negara khususnya, dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri,” tegas Luhut dikutip dari Antara.

Larangan bepergian ke luar negeri itu berlaku untuk seluruh lapisan jabatan. Kecuali, mereka yang melaksanakan tugas penting negara.

Luhut juga mengimbau kepada masyarakat, agar saat ini juga tak melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Bagi masyarakat umum sifatnya masih imbauan,” ujarnya.

“Hal ini untuk mencegah dan menjaga terus terkendalinya pandemi di negara ini,” sambungnya.

Menko Luhut mengungkap, pemerintah saat ini juga akan menyiapkan booster vaksin ketiga yang ditujukan untuk lansia dan dan kelompok rentan.

“Pemberian booster akan segera dijadwalkan dan mulai dilaksanakan pada periode Januari tahun depan,” jelasnya.

Sementara, untuk masa karantina bagi WNA dan WNI pelaku perjalanan selain dari 11 negara yang dilarang masuk Indonesia, ditambah.

Jika sebelumnya hanya tujuh hari, kini ditambah menjadi 10 hari karantina.

Perpanjangan masa karantina ini akan berlaku sejak 3 Desember 2021.

Langkah itu diambil dengan mempertimbangkan makin banyaknya negara yang mendeteksi varian Omicron.

“Kebijakan yang diambil ini akan terus dievaluasi secara berkala sambil kita terus memahami dan mendalami informasi tentang varian baru ini,” tandasnya. (Red/Antara)


 

Comment