Apel Siaga Karhutla: Bupati Yusran Akbar Instruksikan Pantau Titik Rawan dan Respons Cepat

KONAWE, EDISIINDONESIA.id — Menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang diperkirakan meningkat seiring perubahan cuaca dan iklim, Pemerintah Kabupaten Konawe memperkuat kesiapsiagaan. Bupati Konawe, Yusran Akbar, memimpin langsung Apel Siaga di Halaman Kantor Bupati Konawe, Rabu (2/9/2026).

Apel ini merupakan langkah nyata tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, serta merujuk pada Keputusan Bupati Konawe Nomor 100.3.3.2/456 Tahun 2026 tentang Siaga Darurat Bencana Alam.

“Perubahan cuaca dan iklim dapat meningkatkan risiko kekeringan yang pada akhirnya memicu dan memperluas karhutla. Ancaman ini berdampak luas lingkungan terganggu, kesehatan masyarakat, pertanian, ketersediaan air, hingga perekonomian daerah ikut terdampak,” ujar Yusran Akbar dalam sambutannya.

Ia menegaskan penanganan bencana tidak boleh bersifat reaktif. “Kita tidak boleh menunggu sampai bencana terjadi. Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini, pencegahan dilakukan nyata, dan respons berlangsung cepat, terpadu, serta terkoordinasi.”

Penanggulangan bukan urusan satu pihak saja. Yusran menekankan perlunya kolaborasi menyeluruh: pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, media, organisasi kemasyarakatan, relawan, hingga seluruh masyarakat.

Enam Instruksi Bupati Konawe

Dalam apel tersebut, Bupati Yusran menyampaikan enam arahan konkret:

1. Siapkan Personel & Logistik — Tingkatkan kesiapan personel, peralatan pemadaman, kendaraan operasional, alat komunikasi, serta dukungan logistik.

2. Perkuat Koordinasi Lintas Sektor — Bangun pertukaran informasi yang lancar antara BPBD, Damkar, TNI, Polri, Pemkab Kecamatan/Desa, dan instansi terkait.

3. Pantau Titik Rawan Secara Berkala Perketat pengawasan di lokasi berpotensi terbakar serta wilayah yang rawan kekeringan air.

4. Laporan Cepat & Akurat Pastikan alur pelaporan berjalan cepat, akurat, dan berjenjang agar potensi bencana dapat segera ditindaklanjuti.

5. Edukasi Masyarakat Secara Luas Sosialisasikan pencegahan karhutla, penghematan air, dan langkah menghadapi kekeringan.

6. Perhatikan Kelompok Rentan Fokuskan bantuan kepada warga yang kesulitan air bersih serta masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.

Ajak Seluruh Warga Turut Bertanggung Jawab

Bupati juga mengimbau masyarakat ikut berperan aktif: tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar lahan tanpa pengendalian, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan. Jika melihat potensi kebakaran, segera laporkan kepada aparat atau petugas. Selain itu, mulai biasakan hemat air guna mengantisipasi kekeringan.

“Semangat kita satu: siap mencegah, siap merespons, siap melindungi masyarakat. Jangan jadikan kesiapsiagaan hanya saat apel saja — jadikan ini budaya kerja pemerintah dan budaya masyarakat Konawe,” pesan Yusran.

Dengan kebersamaan dan koordinasi yang kuat, Bupati meyakini risiko serta dampak karhutla dan kekeringan di Kabupaten Konawe dapat ditekan dan diminimalkan.(**)

Comment