KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menanggapi dengan santai isu yang beredar menyebutkan dirinya enggan melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2029 mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Andi Sumangerukka usai menghadiri acara penyerahan bantuan dana pendidikan dari Yayasan Asmar Abadi untuk program Beasiswa Sultra Cerdas 2026, yang berlangsung di Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sultra, pada Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, pembahasan terkait Pilgub 2029 masih terasa terlalu dini mengingat masa jabatan yang sedang diembannya masih cukup panjang. Ia mengaku lebih memilih untuk fokus bekerja dan menuntaskan berbagai program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Wah, masih lama kok sudah dibicarakan sekarang. Masih ada waktu empat tahun lagi. Jadi, berikan kesempatan kepada saya dulu untuk bekerja dan menyelesaikan amanah ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Sumangerukka menjelaskan bahwa isu tersebut bermula saat ia berdiskusi santai dengan sejumlah ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Dalam perbincangan itu, ia banyak berbicara mengenai konsekuensi berat yang harus ditanggung oleh seorang pemimpin.
Ia menegaskan, menjadi pemimpin berarti harus siap menjadi pribadi yang “dikorbankan” demi kepentingan dan kebutuhan masyarakat luas.
“Seorang pemimpin itu harus siap berkorban perasaan. Banyak keinginan pribadi yang harus dikesampingkan atau dikorbankan karena harus mengutamakan dan mengakomodasi kepentingan orang banyak,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar bersiap menghadapi berbagai tekanan dan tantangan besar jika kelak bercita-cita menduduki jabatan pemimpin.
“Saya sampaikan kepada adik-adik mahasiswa, jika ingin duduk di kursi pemimpin, harus siap-siap mentalnya. Sebab, ada banyak konsekuensi dan tanggung jawab besar yang harus dihadapi,” tambahnya.
Terkait peluang dirinya kembali maju sebagai calon gubernur pada Pilgub Sultra 2029, Andi Sumangerukka mengaku belum berniat mengambil keputusan saat ini. Ia menyebutkan, persetujuan dari keluarga menjadi salah satu pertimbangan terpenting baginya.
“Belum tentu saya mau maju kembali. Saya juga harus melihat apakah istri saya setuju atau tidak, keluarga saya setuju atau tidak. Sebab, mereka pun ikut merasakan dampak dari segala hal yang saya jalani ini,” ungkapnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa saat ini dirinya sepenuhnya fokus menjalankan amanah sebagai gubernur dan belum ingin membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kontestasi politik di tahun 2029.
“Kita bekerja saja dulu. Jalani semuanya bertahap. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Jadi, belum perlu bicara soal 2029, itu masih sangat jauh,” pungkasnya.(**)
Comment