Ketar Ketir, Netanyahu Minta Dukungan Global Lawan Iran

EDISIINDONESIA.id- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengajak para pemimpin dunia untuk memberikan dukungan dalam melawan Iran, menyusul eskalasi serangan yang dinilai semakin meluas dan berbahaya.

Seruan tersebut disampaikan Netanyahu saat meninjau lokasi terdampak serangan rudal Iran di Kota Arad pada Minggu waktu setempat. Dalam kunjungan itu, ia memperingatkan bahwa kemampuan militer Iran tidak hanya mengancam kawasan Timur Tengah, melainkan juga berpotensi menjangkau wilayah hingga Eropa.

“Mereka memiliki kapasitas untuk menjangkau jauh ke dalam Eropa. Mereka menempatkan semua orang dalam sasaran mereka,” ujar Netanyahu seperti dikutip dari The Jerusalem Post pada Senin (23/3/2026).

Ia juga mendesak negara-negara lain untuk mendukung operasi militer Israel yang diberi nama “Operation Roaring Lion” atau “Epic Fury” sebagai tanggapan terhadap serangan Iran. Menurut Netanyahu, rentetan serangan dalam kurun waktu 48 jam terakhir menjadi bukti bahwa Iran telah berkembang menjadi ancaman global. Ia juga menyebutkan serangan yang disebutkan menyasar wilayah dekat situs suci di Yerusalem.

Serangan rudal Iran pada Sabtu lalu dilaporkan menyebabkan puluhan orang terluka serta kerusakan di Arad. Namun, Netanyahu menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Kami merespons dengan kekuatan besar, tetapi tidak menargetkan warga sipil,” tegasnya.

Di sisi lain, Netanyahu mengimbau masyarakat Israel agar tetap siaga dan segera mencari perlindungan saat sirene peringatan berbunyi. “Jangan lengah, jangan acuh,” pesannya.

Sejumlah pejabat yang turut mengunjungi lokasi serangan, termasuk Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, menjanjikan percepatan bantuan bagi warga terdampak. “Tidak ada keluarga yang rumahnya rusak akan dibiarkan tanpa bantuan,” kata Smotrich.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar mengecam serangan tersebut dan menyebutkannya sebagai “kejahatan perang”, dengan menuding Iran secara sengaja menargetkan warga sipil.(edisi/rmol)

Comment