EDISIINDONESIA.com – Belum lagi habis persoalan COVID-19, kini muncul wabah baru di dunia yang juga harus diwaspadai yaitu cacar monyet atau monkeypox.
Penyakit ini telah menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia. Tercatat hingga saat ini 16 negara telah melaporkan kasus cacar monyet. Bahkan di Inggris, kasus cacar monyet meningkat tiga kali lipat menjadi 57 kasus.
Sementara di negara Spanyol melaporkan ada 41 kasus, Portugal 37 kasus, Kanada 5 kasus, Italia 4 kasus, Belgia dan Jerman ada 3 kasus, Australia, Belanda, Amerika Serikat masing-masing 2 kasus.
Kemudian di enam negara lainnya, yakni Austria, Denmark, Prancis, Israel, Swedia, Swiss masing-masing melaporkan satu kasus.
Meski ada peningkatan, khususnya di Inggris pejabat kesehatan bersikeras bahwa risiko terhadap penyebaran cacar monyet rendah.
Namun demikian para ahli percaya ada kebutuhan mendesak untuk memastikan hewan peliharaan tidak tertular virus, karena mereka bisa menjadi reservoir dan menyebarkan penyakit tersebut secara permanen.
Dilansir The Telegraph, sampai saat ini belum ada laporan hewan peliharaan yang terinfeksi virus monkeypox.
Tapi dalam penilaian risiko cepat pada hari Senin, Pusat Pengendalian Penyakit Eropa memperingatkan bahwa penting untuk mencegah hewan peliharaan terpapar virus tersebut.
“Jika penularan dari manusia ke hewan terjadi, dan virus menyebar pada populasi hewan, ada risiko penyakit itu bisa menjadi endemik di Eropa,” bunyi laporan Pusat Pengendalian Penyakit Eropa.
“Hewan pengerat, dan khususnya spesies dari keluarga Sciuridae (tupai) cenderung menjadi inang yang cocok, lebih daripada manusia, dan penularan dari manusia ke hewan peliharaan secara teori dimungkinkan,” tambah laporan itu.
Penyakit cacar monyet telah menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia, sampai saat ini 16 negara telah melaporkan kasus cacar monyet, Inggris meningkat tiga kali lipat menjadi 57 kasus.
Prof David Robertson, dari Pusat Penelitian Virus Glasgow, mengatakan kepada Telegraph bahwa ini adalah kekhawatiran yang valid. (**)
Comment