Absennya Pengurus PGRI Kota Kendari di Sidang Banding Guru Mansur Tuai Sorotan

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Ketidakhadiran pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kendari dalam sidang putusan banding Guru Mansur menuai sorotan, Selasa (6/1/2026).

Para simpatisan yang turut hadir dalam pembacaan putusan tersebut menilai jajaran pengurus tidak menunjukkan sikap empati dan solidaritas terhadap sesama guru yang tengah menghadapi persoalan hukum.

Guru SDN 2 Kendari, Hendri Kurniawan, mengungkapkan bahwa pengurus PGRI Kota Kendari tidak pernah hadir dalam setiap agenda pengawalan kasus tersebut.

“Sebenarnya punya organisasi besar namanya PGRI, Persatuan Guru Republik Indonesia. Tapi pengurusnya tidak pernah hadir, bahkan pengurus Kota itu selalu menghalang-halangi aksi kami,” ujarnya.

Hendri juga mempertanyakan sikap solidaritas pengurus PGRI Kota Kendari. Menurutnya, setiap aksi damai yang dilakukan oleh para simpatisan tidak pernah dibersamai oleh pengurus organisasi tersebut.

Ia menambahkan bahwa ketidakhadiran pengurus PGRI Kota Kendari sebagai simbol hilangnya kekuatan solidaritas guru.

Selain itu, Hendri mengaku dari sekian ratus kepala sekolah, hanya terdapat 5 orang yang turun dalam aksi damai tersebut.

“Nah waktu kita aksi itu dari Kabupaten banyak sekali. Saya hitung pimpinan kepala sekolah hanya 5 orang hadir waktu itu,” herannya.

Meskipun usulan banding ditolak, pihak Mansur akan menempuh langkah hukum lanjutan berupa kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Sementara itu media ini telah menghubungi Ketua PGRI Kota Kendari Saemina untuk meminta keterangan mengenai ketidakhadirannya dalam membersamai kasus guru Mansur, namun dirinya belum memberikan tanggapan.

“Iya besok saja di kantor nah, besok saja,” tutupnya.(**)

Comment