Titiek Soeharto Sentil KKP Soal Impor Garam Jutaan Ton

EDISIINDONESIA.id- Ketua Komisi I DPR, Siti Hediati Hariyadi Soeharto atau yang lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto, menyoroti masuknya jutaan ton garam impor ke Indonesia.

Hal ini ia sampaikan dalam rapat kerja bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 16 September 2025.

Titiek Soeharto mempertanyakan kuota impor garam tahun 2024 serta anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk kegiatan impor tersebut kepada Wakil Menteri KKP, Didit Herdiawan. “Dalam Rupiah, kira-kira mencapai triliunan?” tanyanya.

Anggota Komisi IV DPR RI, Sturman Panjaitan, menjelaskan bahwa saat ini produksi garam industri dan farmasi dalam negeri baru mencapai 2,5 juta ton.

“Kebutuhan kita hampir 5 juta ton, artinya ada kekurangan hampir 3 juta ton. Jika impor hanya 1,2 juta ton, berarti masih kurang,” ujarnya.

Titiek menambahkan, “Makanya nilai rupiahnya saja tidak jelas berapa dari KKP. Sebetulnya, kita mampu memproduksi garam industri sendiri.”

Wakil Menteri KKP, Didit Herdiawan, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk tidak lagi bergantung pada impor garam. Tahun ini, KKP fokus pada program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Untuk tahun ini, anggaran impor garam mencapai Rp2 triliun, sementara Rp853 miliar dialokasikan untuk pelaksanaan program Bapak Presiden,” jelas Didit.

Didit memastikan bahwa Indonesia mampu memproduksi garam sesuai dengan kebutuhan nasional. “Pada dasarnya, kita mampu karena bahan baku tersedia,” katanya.

Sesuai dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto, Didit menargetkan swasembada garam pada tahun 2027. “Sudah direncanakan bahwa pada tahun 2027 kita tidak akan lagi melakukan impor,” pungkasnya.(edisi/rmol)

Comment