Kondisi Mental Ibu Berperan Penting dalam Memproduksi ASI

EDISIINDONESIA.id – Dokter spesialis anak dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi menegaskan, selain kondisi fisik, keberhasilan seorang ibu dalam menyusui dipengaruhi oleh faktor penting lainnya yakni dukungan psikologis.

Faktor dukungan psikologis yang didapat dari lingkungan terdekat sang ibu, secara medis dikatakan dr Tiwi, panggilan akrab I Gusti Ayu Nyoman Pratiwi
berpengaruh terhadap dua hormon utama yang memiliki peran besar memproduksi air susu ibu (ASI).

Pertama yakni prolaktin yang ada sejak dalam kehamilan karena diproduksi oleh plasenta sejak usia kandungan 16 minggu. Kedua, yakni hormon oksitosin yang perlu ditambah.

“Yang perlu benar-benar dirawat itu oksitosin alias hormon cinta yang sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis atau mental ibu,” jelas dr Tiwi dalam diskusi media di Jakarta Pusat, dilansir dari Antara, Minggu (3/8/2025).

Menurutnya, peran keluarga, suami, tenaga kesehatan, bahkan lingkungan rumah bahkan rumah sakit sangat penting dalam menciptakan suasana yang mendukung ibu menyusui. Dukungan ini menjadi sangat penting ini, terutama pada dua pekan pertama setelah melahirkan, ketika bayi biasanya lebih sering terbangun dan menangis di malam hari.

“Bukan berarti bayinya kurang ASI. Justru sudah diatur Tuhan agar hormon prolaktin yang tinggi di malam hari makanya bayinya jadi terjaga. Karena itu, ibu harus dibantu agar tetap dekat dengan bayinya dan jangan sampai terganggu emosinya,” tambahnya.

Tiwi tak menampik, gangguan emosional pada ibu menyusui pada umumnya sering dialami banyak ibu akibat kurangnya dukungan dari orang-orang terdekat dan lingkungan sekitarnya.

“Kalau kita mendukung, rumah sakit mendukung, perawat tidak cemberut dalam membantu, si bayi kalau dia menangis dibantu oleh suami dan keluarga, ibunya tidak di-judge. Mudah-mudahan kondisi psikologis si ibu akan bisa lebih tenang dalam masa menyusui,” tutup dr Tiwi. (edisi/bs)

Comment