Final Liga Champions 2025: Duel Epik Donnarumma vs. Sommer

EDISIINDONESIA.id- Final Liga Champions 2025 menyajikan duel menarik antara dua kiper yang sempat diragukan di awal musim: Gianluigi Donnarumma (PSG) dan Yann Sommer (Inter Milan).

Keduanya kini menjadi pilar utama timnya, mencapai partai puncak dengan performa gemilang yang menghapus keraguan dan mendefinisikan ulang peran mereka sebagai penjaga gawang kelas dunia.

Donnarumma, kiper muda Italia berusia 26 tahun, dikenal sebagai salah satu yang terbaik. Namun, musim ini awalnya dipenuhi tanda tanya soal konsistensinya di PSG. Berbeda dengan Donnarumma, Sommer (36 tahun) membuktikan usia bukan penghalang.

Pengalaman dan ketenangannya menjadi benteng kokoh Inter Milan, membawa mereka ke final dengan dramatis.

Donnarumma tampil gemilang di babak gugur, terutama semifinal melawan Arsenal. Ia melakukan 10 penyelamatan penting (5 di leg kedua), membuat Arsenal frustrasi. Mikel Arteta mengakui kehebatan Donnarumma, menyebutnya sebagai pembeda bagi PSG.

Sementara itu, Sommer mencatatkan tujuh penyelamatan penting di semifinal melawan Barcelona, termasuk dua penyelamatan emas di perpanjangan waktu.

Sofascore memberinya rating 8.1. Di fase grup, Sommer membantu Inter menjaga clean sheet di tujuh dari delapan pertandingan, hanya kebobolan satu gol.

Keduanya memiliki perbedaan gaya bermain. Donnarumma, dengan postur tinggi dan refleks cepat, menjadi tembok yang sulit ditembus. Sommer, meski lebih kecil, unggul dalam membaca permainan dan distribusi bola (395 umpan sukses dari 14 laga), berperan penting dalam membangun serangan dari belakang.

Donnarumma bahkan mengakui kehebatan Sommer, menyebutnya melakukan lebih banyak penyelamatan di semifinal.

Meskipun Donnarumma sedikit lebih unggul dalam momen krusial seperti adu penalti, Sommer menunjukkan ketenangan dan konsistensi yang membuat Inter sulit ditembus.

Final di Stadion San Mames, Bilbao, menjadi panggung pertarungan epik dua kiper ini. Duel ini bukan hanya tentang siapa yang lebih tangguh, tetapi juga tentang kebangkitan dan pembuktian diri setelah diragukan di awal musim.(edisi/bola)

Comment