KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sebanyak 87 paket makan bergizi gratis dibagikan, dengan lauk utama berupa rendang, nasi, sayur dan satu kotak susu di SDN 67 Kendari.
Makan bergizi gratis ini berasal dari Asosiasi Widyaprada Indonesia (AWI) berkolaborasi dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tenggara (Sultra)
Kepala Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sultra, Junaiddin Pagala menjelaskan, makan bergizi gratis hasil kolaborasi pihaknya bersama Asosiasi Widyaprada Indonesia (AWI) Sultra.
Junaiddin menyebut anggaran yang digunakan untuk program makan gratis murni dari donasi.
“Berasal dari donasi murni teman-teman bersama AWI Sultra dan bagian dari sedekah,” ucap Junaiddin.
Junaiddin memastikan, melalui program ini kecukupan gizi bisa tercukupi, sehingga hal itu bisa meningkatkan semangat belajar siswa siswi.
“Kalau dia fokus belajar akan meningkatkan capaian hasil belajar,” kata Junaiddin.
Junaiddin menambahkan, program makan bergizi gratis akan dikolaborasikan bersama program lain. Seperti gizi sehat, kesehatan fisik, mental, imunisasi, serta kebersihan lingkungan.
Trmpat sama, Pj Wali Kota Kendari, Parinringi akan segera berkoordinasi bersama badan gizi nasional untuk memaksimalkan pelaksanaan makan bergizi gratis.
“Kita juga akan melaksanakan dalam waktu dekat ini (makan bergizi gratis) kita juga akan cari dulu formulasi supaya dipatenkan dimana lokasinya,” bebernya.
Makan bergizi gratis hari ini kata dia, sudah sangat baik, sebab menu yang dihadirkan cukup lengkap dengan menu utama rendang.
“Alhamdulillah sudah standar ada rendang, ada tempe,” pungkasnya.
Sementara itu, sejumlah murid yang menerima paket tersebut justru tidak memakannya. Mereka mengaku paket makanan bergizi ini akan dibawa pulang untuk dimakan bersama keluarganya.
“Mau dibawa pulang mau makan sama mama,” ujar salah seorang murid kelas tiga, Ahmad Zainuri.
Berdasarkan pengakuan beberapa murid, menu makanan di tempat tinggal mereka adalah sayur dan ikan. Sehingga, memperoleh paket makan bergizi gratis dengan isian rendang dan susu menjadi menu baru bagi mereka. (**)
Comment