EDISIINDONESIA.id – Corbuzier meluapkan kekesalan dengan kehebohan perseteruan dua dokter yaitu dr Richard Lee dan Dokter Detektif (Doktif).
Bagi Deddy Corbuzier, netizen tidak perlu meributkan kasus tersebut, karena seharusnya para dokter tidak bertindak seperti dr Richard Lee dan Doktif.
Pun, dia menekankan tidak perlu memintanya membahas kasus bahwa dr Richard Lee overclaim terhadap produk skincare-nya, karena orang yang bersangkutan kebal hukum.
“Ngapain ributin Dokter Richard? Doktif ngeributin Dokter Richard, sudah jelas menurut gua dr Richard ini kebal hukum,” ujarnya di YouTube-nya, Jumat, 20 Desember 2024.
Deddy mengatakan untuk apa membahas dr Richard Lee over claim, jual produk mahal, karena faktanya pernah bohong dan didemo, namun tidak ada Tindakan hukum.
“Dia pernah bikin hoaks tempat dia kerampokan, heboh, didemo, sama satu kota, pernah keurus sampai sekarang? Apa itu tidak berita kebohongan? Keurus sampai sekarang? Enggak,” sentilnya.
“Pengacaranya sudah pernah gua undang ke sini, tuduhannya udh da, masuk ke polisi, mana sekarang? Kebal hukum kan, menurut gua lo ya. Terus ngapain ributin dia, ngapain?,” tukasnya.
Kemudian, Deddy Corbuzier berbicara tentang dr Richard Lee yang dituding berbohong tentang produknya, maka itu bisa terjadi karena netizen yang masih percaya dengan skincare tersebut.
“Gua mau ngomongin dokter sekarang, sudahlah kalau konteksnya bohong, kita semua pembohong, dr Richard Lee bohong, doktif bohong, densu bohong, gua bohong, semua orang bohong,” tandasnya.
“Kalau memang luar biasa, kenapa kalian semua masih pake make up dan filter, jika skincare kalian benaran bagus? Kalau bagus kenapa masih pakai filter, apa yang kita taruh di Instagram sudahlah semuanya bohong,” sambungnya.
Dia tidak mengeneralisasi semua produk skincare abal-abal, tapi nyatanya banyak produk yang terlalu dibesar-besarkan, dan netizen yang mudah diperdaya.
“Memang oversale, semua produk memang over sale, masalah kita SDM lemah, sebutkan satu produk di dunia tidak over sale, tapi bukan itu poinnya,” tukasnya.
Baginya, netizen gampang diperdaya, padahal sejatinya tidak paham berbagai kandungan skincare.
“Ente pakai, karena orang jualan gelarnya dokter, abal-abal juga gua enggak tahu, BA (brand ambassador) yang mukanya sudah bagus dari dulu,” ujarnya.
Suami Sabrina Chairunnisa ini mengatakan kekesalannya ini, karena kondisinya banyak dokter-dokter berlaku layaknya dokter, bukan malah sibuk flexing harta kekayaan.
“Ada dokter yang pamer itulah, pamer inilah, pamer saya jualan live satu miliar, dokter flexing rumah. Kalau ente Atta Halilintar, Haji Andre, Raffi Ahmad enggak apa-apa flexing rumah, dokter flexing rumah, terus lu beli produknya, darimana bangun rumah tersebut?,” tuturnya.
Dia sedih karena banyak teman-temannya yang berprofesi sebagai dokter sama sekali tidak pamer kekayaan, dan bekerja demi menyelamatkan nyawa.
“Gua sedih, gua kenal dokter yang benar-benar dokter. Gua Covid hampir mati, gua kenal dokter Gunawan itu enggak flexing rumah. Dia jual rumah bangs*t untuk pasien-pasiennya, dia jual mobilnya,” ucapnya.
Bahkan, dia pernah mengundang dokter yang membuat rumah sakit apung yang oleh warga yang berobat hanya disayur.
Diapun mengingatkan sumpah dokter, yang tampaknya tidak dijalankan oleh dr Richard Lee dan Doktif.
“Dokter itu punya sumpah, ‘saya akan menjalankan tugas dengan terhormat dan bersusila, sesuai dengan martabat pekerjaan saya’. Pernah enggak, lihat dokter bertopeng?,” bebernya.
Sumpah Dokter lainnya adalah ‘saya akan memperlakukan teman sejawat sebagai saudara kandung’.
“Itu ada di sumpah dokter, kandung palelo, berantem, satu ngatain suneo, satu bertopeng. Tahu enggak gimana dokter yang benar perasaannya?,” ungkapnya.
Deddy pun mengkritik para doker yang jual obat. “Dokter tugasnyanya menyembuhkan manusia, bukan jualan obat, jual obat itu apoteker, dokter ngasih resep obat,” ucapnya.
“Lu mau flexing silahkan, berapa banyak pasien yang lu tangani dan sembuh, berapa banyak orang yang tidak mampu ditolong,” timpalnya.
Dia memahami tak semua dokter bersikap seperti dr Richard Lee dan Doktif. Namun, dia sedih banyak dokter yang benar-benar dokter curhat melihat huru hara saat ini di media social.
“Yuk, mau sampai kapan kita gobl*k, saya tidak mewakili siapapun. Saya mewakili dokter-dokter yang cuhat ke saya. Bahwa tidak semua dokter seperti itu,” pungkasnya. (edisi/pojoksatu)
Comment