MUNA, EDISIINDONESIA.id – Kepala Desa (Kades) Matombura, Kecamatan Bone, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya ditangkap tim buser Polres Muna, pada Kamis malam (18/1/2024), sekitar pukul 22.05 Wita, di kediamannya.
Kades Matombura LU ditangkap atas dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur.
“Penahanan yang bersangkutan setelah dilakukan gelar perkara dan cukup bukti,” ungkap Kasat Reskrim Polres Muna, AKP. Asrun, Jumat (19/1/2024).
Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun kurungan penjara.
Kasus tersebut terendus ke publik setelah keluarga korban melaporkan Kades Matombura ke polisi, pada Sabtu (6/1/2024) lalu.
Sebelumnya, Bibi Korban Wa Jumaiya mengungkapkan peristiwa pencabulan tersebut terjadi pada akhir tahun 2023, dikediaman korban.
Ia mengungkapkan, pencabulan itu bermula ketika Kades datang meminta nomor whatsapp di rumah korban. Dari situlah terduga pelaku rajin mengirim pesan whatsapp dan menyatakan akan kerumah korban.
“Si anak ini (korban) menjawab terserah. Tetapi ditanyai oleh Kades ada nenekmu, kalau ada nenek mu dia (kades) tidak mau datang bertamu. Karena saat itu neneknya tidak ada sementara adik-adiknya (korban) sudah tidur,” terangnya, Senin (8/1/2024).
“Jadi datang Kades, dia meminta dibukakan pintu, ketika dibukakan pintu Kades mengajak anak ini masuk dalam rumah, disitu dia ajak paksa masuk didalam kamar dan disebutuhi, anak ini berusaha melawan,” jelas bibi korban.
Masih menurut Wa Jumaiya, terduga pelaku melancarkan aksi bejatnya itu sebanyak dua kali sejak bulan Oktober hingga Desember 2023.
“Ini baru dilaporkan, karena anak ini takut karena sebelumnya diancam untuk tidak lapor sama siapa-siapa. Dia (korban) beranikan diri lapor karena didesak dengan mamanya, karena mamanya baru tahu kejadian itu, sebab ada yang laporkan sama mamanya,” ungkapnya.
Selain Kades, lanjut Wa Jumaiya, mantan Kades juga menyetubuhi korban, waktu dan tempat yang berbeda.
“Mantan Kades tempat kejadiannya didepan rumah (korban) di hutan kebun kopi. Saya lupa namanya mantan Kades itu,” katanya. (**)
Comment