EDISIINDONESIA.id – Bakal capres Koalisi Perubahan (KP) Anies Baswedan optimistis meraup banyak suara di Jawa Tengah (Jateng). Dia menyebut memiliki sebuah strategi untuk mendapatkan suara dukungan dari masyarakat.
Anis saat diwawancarai mengatakan Jateng yang dikenal sebagai kandang banteng (PDIP) sebenarnya tidak mutlak milik satu partai saja. Dia menyebut bahwa setiap partai memiliki basis tersendiri khususnya di wilayah Jateng.
“Sebetulnya tiap tempat beda-beda. Di kabupaten A yang menang PDIP, di kabupaten lain yang menang ini, di kabupaten lain yang menang Golkar. Jadi kalau disebut sebagai wilayah total PDIP, seakan-akan ada hanya satu partai, padahal tiap kabupaten beda-beda. Di Solo Raya saja beda-beda hasilnya,” katanya setelah menghadiri acara orasi kebangsaan ‘Menatap Masa Depan Indonesia Unggul Berkemajuan’ di Edutorium UMS, Sabtu (4/11).
Maka dari itu, Anies menegaskan bahwa Jateng adalah lahan subur untuk meraup suara dari gagasan perubahan yang dia tawarkan.
“Jateng ini adalah lahan subur untuk gagasan dan keinginan perubahan,” katanya.
Anies mengungkapkan bahwa pihaknya hanya perlu melempar pertanyaan ke masyarakat agar mau bergabung dan bergerak bersama Koalisi Perubahan.
“Pertanyaan sederhana, harga pupuk mahal, cari pupuk subsidi sulit, mau diteruskan? Harga beras murah atau mahal, kalau mau diteruskan? Mau diteruskan ya monggo. Namun, kalau perubahan murah ya kita perubahan,” katanya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan bahwa Pilpres 2024 bukan soal latar belakang partai. Memilih pemimpin juga bukan soal masa lalu tetapi soal masa depan.
“Kami memberikan pertanyaan sederhana ke warga. Apakah kondisi pekerjaan hari ini baik? Apakah lapangan pekerjaan mudah? Apakah biaya hidup murah? Apakah biaya pendidikan murah? Kalau itu semua jawabnya tidak. Kami menawarkan perubahan supaya kondisinya berubah. Silakan partainya apa saja, kemarin pemilu dulu pilih apa saja, tetapi tahun ini kami mengajak pilih perubahan,” tuturnya. (edisi/jpnn)
Comment