Punya Peran Penting Cegah Stunting, Benih Padi Biofortifikasi Bakal Disebar ke Petani di Sultra

KENDARI, EDISIINDINESIA.id – Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sulawesi Tenggara (Sultra) panen puluhan ton benih padi varietas Inpari IR Nutri Zinc di Kelurahan Tahoa, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka.

Kepala Distanak Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya mengatakan benih padi biofortifikasi varietas Inpari IR ini dapat digunakan untuk pencegahan stunting.

Lantaran, kandungan zinc pada varietas ini lebih tinggi dibanding varietas lainnya, di mana kandungan zinc ini sangat berperan penting dalam mencegah stunting.

“Benih padi varietas nutri zinc yang dihasilkan sebesar 36 ton benih yang akan disebar ke wilayah potensial stunting tinggi di Sultra untuk dikembangkan menjadi padi yang menghasilkan beras nutrizinc,” katanya, Jumat (13/10/2023).

Ia berharap, varietas ini dapat tersebar ke seluruh wilayah Sultra. Karena kejadian stunting dan kekurangan gizi mulai melanda beberapa kabupaten dan kota. Sehingga, produksi benih sumber terus dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut.

Distanak Sultra melalui UPTD Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan juga telah mengambil langkah nyata mengawasi dan sertifikasi benih untuk menghasilkan benih unggul, bermutu, dan berkualitas yang akan digunakan oleh petani pengembang.

“Kita berharap seluruh Kabupaten dan kota melalui dinas yang membidangi tanaman pangan untuk terus melakukan pemantauan terhadap lokasi-lokasi pertanaman agar kita bisa mengantisipasi apabila ada kendala yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Selain fokus menangani stunting, Distanak juga terus berupaya menjadikan Sultra sebagai daerah swasembada pangan. Sebagai salah satu upayanya dengan terus hadir di tengah petani dalam kondisi El Nino.

Distanak Sultra melaksanakan panen raya di Kelurahan Tahoa, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, dengan luas keseluruhan hamparan adalah 144 hektare, memproduksi 5,2 ton per hektar, pada Kamis, (12/10/2023) kemarin.

Sementara pertanaman perbenihan varietas kaya nutrisi pada lokasi ini kurang lebih 10 hektare.

“Sesuai atensi dan arahan Pj Gubernur Sultra beserta Sekda, pemerintah harus terus bergerak dan hadir di tengah masyarakat, khususnya petani agar ketersediaan pangan kita tetap terjaga,” tutupnya. (**)

Comment