MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Kepolisian Resor (Polres) Pulau Buru menggelar Apel Gelar Pasukan dalam Dalam rangka Operasi Simpatik Salawaku 2023.
Dalam apel gelar pasukan ini yang bertindak sebagai Inspektur upacara Kapolres Pulau Buru, AKBP Nur Rahman, sedangkan Perwira Upacara yakni Kabag Ops Polres Pulau Buru, AKP Uspril Walther Futwembun dan Komandan Upacara Ipda Ridwan Kasten.
Apel operasi Simpatik Salawaku dengan tema “Sadar Berlalu Lintas Sumbangsih Keselamatan Bangsa”, dilaksanakan, di Lapangan Upacara Polres Pulau Buru, Senin (21/8/2023).
Kegiatan sebagai upaya Polres Pulau Buru meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri serta terwujudnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar) di wilayah hukum Polres Pulau Buru.
Turut hadir dalam upacara yakni Wakapolres Pulau Buru Kompol Ruben M.H.Sihombing, Kabag Sdm Polres Pulau Buru AKP Rifal Effendy Adikusuma, Kabag Ren Polres Pulau Buru AKP Hafifi Yahelissa, Kabag Log Polres Pulau Buru AKP Carolis Sabandar, para Kasat Polres Pulau Buru dan Para Perwira Staf Polres Pulau Buru.
Kemudian, adapun susunan pasukan sebagai berikut satu Platon Sat Samapta, satu Platon Polair, satu Platon Lantas, Satu Platon Gabungan Staf, satu Palaton Sat Intelkam, satu Platon Sat Reskrim dan satu Platon Sat Narkoba.
Dalam amanatnya, Kapolres Pulau Buru menyampaikan apel gelar pasukan operasi Kepolisian “Simpatik Salawaku 2023” dan operasi simpatik ini diselenggarakan segera serentak diseluruh jajaran Polda Maluku.
“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa permasalahan di bidang lalu lintas dewasa ini telah berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Hal ini sebagai konsekuensi meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi jumlah penduduk, yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,” ucapnya.
Menurutnya, berbagai permasalahan tersebut diantaranya adalah meningkatnya pelanggaran lalu lintas yang menyebabkan kecelakaan dan kemacetan sehingga memerlukan upaya penanganan secara profesional dan komprehensif, agar tercipta kamseltibcar lantas, sebagaimana yang diharapkan.
“Kita menyadari bahwa dalam menghadapi permasalahan di bidang lalu lintas tersebut, dibutuhkan peran serta seluruh stakeholder, agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, juga diperlukan koordinasi bersama antar instansi pemerintahan lainnya, yang bertanggung jawab dalam pembinaan kamseltibcar lantas, yang selama ini dirasakan masih perlu ditingkatkan,” ungkapnya.
Kata dia apabila tingkat koordinasi tersebut tidak optimal, maka akan berdampak pada kurang maksimalnya ketersediaan sarana dan prasarana lalu lintas jalan, regulasi angkutan over dimensi dan over losding serta rendahnya tingkat kesadaran dan disiplin masyarakat dalam mematuhi aturan ataupun ketentuan perundang-undangan bidang lalu lintas.
“Guna untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas di jalan raya. Lalu adanya peningkatan rumusan manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan serta penanganan Raden pasca kecelakaan,” kata dia.
Lebih lanjutnya, guna mengimplementasikan rumusan tersebut diatas, pengembang fungsi operasional Polri dalam hal ini Polda Maluku telah menetapkan kalender operasi Simpatik Salawaku, yang kali ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas di jalan raya.
Dia menambahkan operasi simpatik salah aku tahun 2023 ini merupakan salah satu upaya Polri dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas di jalan raya, melalui pendekatan persuasif dan edukatif terutama kegiatan tersebut dilakukan dengan cara memberdayakan fungsi dikmas lantas secara optimal.
“Selanjutnya, penerangan masyarakat di media cetak maupun elektronik serta pelayanan informasi lalu lintas melalui manajemen media lantas Polda Maluku, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pengguna jalan,” jelasnya.
Melalui penyelenggaraan operasi simpatik ini, maka diharapkan tercapai beberapa tujuan sebagai berikut, pertama meningkatnya disiplin dan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas;
Kedua, terciptanya situasi kamsel tip kamseltibcar lantas, secara optimal serta menurunnya angka kecelakaan lalu lintas;
Ketiga, terciptanya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas;
Keempat, menurunnya angka pelanggaran yang akan diimbangi dengan jumlah kecelakaan lalu lintas;
Kelima, menurunnya jumlah. Kepadatan arus lalu lintas dengan kehadiran personil lalu lintas di lokasi kemacetan;
Keenam, sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas di jalan raya. (**)
Comment