KENDARI, EDISINDONESIA.id – Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Buton, Rahman Pua menolak keras, mengutuk, dan mengecam kepada pihak-pihak yang mencoba menggangu solidaritas Partai Gerindra Sulawesi Tenggara (Sultra).
Hal itu, ia sampaikan saat konferensi pers, di Kantor DPC Gerindra Kota Kendari, Senin (22/5/2023).
Disisi lain, Rahman Pua juga menganggap ada pihak-pihak luar yang berupaya menggangu solidaritas dan kerja-kerja Partai Gerindra Sultra.
“Ada pihak eksternal, baik itu dia pengamat, akademisi, praktisi politik, dan apapun bentuknya. Kami menganggap itu upaya mendegradasi dan menyesatkan Partai Gerindra di Sulawesi Tenggara,” kata Rahman Pua.
Maka dari itu, ia mewakili para ketua-ketua DPC Partai Gerindra se-Sultra membacakan pernyataan sikap.
Berikut pernyataan sikap para ketua DPC Partai Gerindra 17 Kabupaten dan Kota se-Sultra.
1.) Para ketua DPC Partai Gerindra tetap solid dibawah kepemimpinan Andi Ady Aksar sebagai ketua DPD Gerindra Sultra.
2.) Para ketua DPC Partai Gerindra mengecam keras pihak-pihak yang sengaja melakukan upaya campur tangan dengan internal Partai Gerindra di Sultra.
3.) Para ketua DPC Partai Gerindra menghimbau kepada pihak-pihak terkait untuk tidak melakukan tindakan kriminalisasi dan diskriminasi dalam perkara PT KKP.
4.) Para ketua DPC Partai Gerindra tetap focus menjalankan tahapan Pemilu 2024 sesuai dengan jadwal yang ditetapkan KPU.
5.) Para ketua DPC Partai Gerindra se-Sultra menginstruksikan seluruh kader dan simpatisan untuk tetap focus pada pemenangan Partai Gerindra di Sultra dan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI.
Untuk diketahui, Ketua DPD Partai Gerindra Sultra, Andi Ady Aksar ditetapkan sebagai tersangka dan tengah menjalani proses pemeriksaan, di Polresta Kendari atas dugaan kasus penggelapan dana PT Kabaena Kromit Pratama (PT KKP) sebesar Rp 34 Miliar. (**)
Comment