PT CNI Bantah Camat Wolo Terkait Penyebab Banjir yang Rendam 3 Desa

KOLAKA, EDISIINDONESIA.id – Banjir bandang yang menerjang jalan raya di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulewesi Tenggara, pada Senin (8/5/23) menimbulkan polemik.

Disatu sisi, pihak Kecamatan menilai banjir yang menerjang tiga desa dan dua kelurahan disekitarnya itu akibat jebolnya kolam pengendap milik sebuah perusahaan tambang.

Sementara disisi lain, pihak perusahaan menyebutkan jika ini tidak lain karena curah hujan yang tinggi.

“Desa Lapao-pao, desa Muara Lapao-pao, desa Ponre, kelurahan Wolo dan kelurahan Ulu Wolo, semuanya terdampak akibat jebolnya kolam penggendap PT. Ceria Nugraha Indotama (PT. CNI),” ujar Ilham yang tidak lain adalah Camat Wolo.

Ilham menjelaskan bahwa bencana banjir ini sudah kerap kali terjadi dan lagi-lagi masalah kolam pengedap milik perusahaan jebol akibat luapan lumpur begitu besar.

“Atas kejadian ini, kami dari pemerintah kecamatan akan berkoordinasi oleh pihak PT. CNI agar ini tidak terulang dan meminta pertanggung jawaban (PT. CNI red),” tegasnya

Disisi lain, pihak PT. CNI, Adrian Tito Salim Lamo, menyebut bahwa banjir tersebut bukan dampak dari perusahaannya melainkan akibat dari curah hujan yang terus menguyur Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka.

“Yang pastinya ini cuman hujan deras, pengaruh alam, bukan karena jebolnya kolam penggendap kami,” kata Adrian saat di konfirmasi melalui via telepon Whatshaap.

Akan tetapi, kalau pun bencana banjir tersebut akibat dari perusahaannya, ia akan bertanggung jawab dan akan berkoordinasi ke pihak Kecamatan.

“Karena kemarin-kemarin saja ada sawah di Desa Ponre kami sudah beresin dan kalaupun ini akibat perusahaan kami akan bertanggung jawab,” tandasnya.

Diketahui berdasarkan keterangan Kecamatan Wolo, banjir tersebut mengakibatkan 3 desa terendam masing-masing Desa Lapao-pao, desa Muara Lapao-pao, desa Ponre, kelurahan Wolo dan kelurahan Ulu Wolo.

Tidak hanya itu sejumlah sawah dan tambak milik warga juga terendam. (**/Che)

Comment