EDISIINDONESIA.id – Ketua Umum PSSI Erick Thohir meminta PT LIB dan PSSI melakukan audit internal, menyusul munculnya polemik ketiadaan uang hadiah bagi pemenang Liga I BRI 2022/2023.
Erick Thohir menilai PT LIB dan PSSI memang terlihat tidak terbuka terkait keuangan.
“Terus terang, saya yang baru masuk 16 Februari lalu kaget mengetahui hal ini. Banyak ketidak konsisten dan tidak terbuka di keuangan LIB dan juga PSSI,” kata Erick Thohir dalam konferensi pers di GBK Arena, Jakarta, Rabu (19/4/2023).
“Sehingga saya akan segera minta dilakukan audit,” jelasnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN ini mencatat pada tahun 2015 tidak ada bonus untuk juara Liga 1. Lalu berikutnya selama dua tahun 2016-2017 disediakan bonus. Namun, sejak 2018 hingga kini tidak ada lagi.
“Saya dengar katanya uang untuk hadiah atau bonus sudah diserahkan LIB ke PSSI. Namun mana? Saya tidak tahu. Begitu juga di PSSI, bagaimana pertanggungjawabannya. Ini juga membuka celah bahwa ada tercampur antara uang dari LIB, uang FIFA Forward, dan lainnya,” tambahnya.
“Saya juga meminta kepada klub agar ikut memperbaiki manajemennya. Jika perlu setiap 6 bulan dilalukan audit, sehingga jika terjadi sesuatu, kami di PSSI jadi seperti pemadam kebakaran yang harus menyelesaikan problem akibat mismanajemen klub sendiri,” ujarnya.
PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi menjawab banyaknya pertanyaan mengapa PSM Makassar tidak mendapatkan hadiah sebagai kampiun BRI Liga 1 2022/2023.
Menurutnya, sejak awal musim sudah ada kesepakatan dari seluruh peserta liga bahwa tim juara hanya mendapatkan trofi. Dan yang terjadi musim ini bukanlah sesuatu yang baru.
Sebelumnya juga terjadi pada Liga 1 2021/2022 dan Liga 1 2019 di mana Bali United menjadi juara. Saat Persija Jakarta juara pada edisi 2018 hal tersebut juga terjadi. (EI/fajar)
Comment