Investasi Besar China-Amerika Bakal Banjiri Kolaka, Target Bangun Smelter Baru di Pomala

EDISIINDONESIA.id – Perusahaan otomotif asal Amerika Serikat (AS), Ford Motor Co, dan perusahaan nikel asal China, Zhejiang Huayou Cobalt, sepakat menandatangani perjanjian investasi (Final Investment Agreement) dengan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) untuk membangun proyek smelter nikel senilai US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 67,5 triliun di Pomala, Kabupaten Kolaka, Sultra.

Perjanjian investasi yang diteken pada pekan lalu itu akan mengembangkan proyek smelter, dengan menggunakan teknologi high pressure acid leaching (HPAL).

Dilansir dari Kontan.co.id Deputi Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Yuliot mengatakan, kerja sama kedua negara tersebut menjadi nilai tambah dalam pengembangan ekosistem industri nikel, terutama untuk mendukung industri kendaraan listrik.

“Masuknya investasi tersebut juga menunjukkan kebijakan pemerintah dipercaya dan direspons dengan baik oleh dunia usaha, terutama PMA (penanaman modal asing),” tutur Yuliot dilansir dari Kontan, Senin (3/4/2023).

Diketahui hingga saat ini Investasi dalam negeri dibanjiri oleh sejumlah negara, salah satu yang paling besar adalah dari China, Zhejiang Huayou Cobalt.

Perusahaan yang belakangan sukses merajai dunia dengan produk baja tahan karatnya itu menjadi stimulan penting, hingga kemudian banyak perusahaan luar lainnya tertarik berinvestasi ke Indonesia.

Teranyar seperti yang dikabarkan, Ford Motor Co bahkan mulai berinvestasi.

Diharapkan dengan investasi tersebut, lapangan pekerjaan di Indonesia bisa terbuka. (EI)

Comment