Kapolda Maluku Menduga Ada Zat Berbahaya Dalam Kontener

MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs Lotharia Latif menduga kontener yang jatuh di Pelabuhan Laut Namlea berisi zat berbahaya.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Maluku saat kunjungan kerja (Kunker) ke Mapolres Pulau Buru, Kota Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, Sabtu (1/4/2023).

Pasalnya, kontener tersebut diduga berisi Bahan berbahaya dan beracun (B3) jenis sianida (CN), Kotiks dan kapur untuk olahan tambang emas ilegal di Gunung Botak yang tajuh pada Selasa, 28 Maret 2023 lalu, mengakibatkan ribuan ikan disekitar pelabuhan mati.

Peti kemas yang dikirim Fadly dari Makassar, Sulawesi Selatan dan yang menerima di Namlea juga Fadly dengan kapal PT Pelni KM Doloronda ini salah satunya jatuh ke laut serta dua lainnya diturunkan di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon.

Orang nomor satu di Polda Maluku itu menduga terdapat bahan zat beracun dalam isi kontainer tersebut yang saat ini sedang ditangani oleh Polres Pulau Buru dan Polda Maluku.

“Sebagaimana diketahui ada beberapa kasus menonjol, salah satunya berkaitan dengan kejadian kemarin tentang jatuhnya kontener yang diduga ada zat berbahaya yang sedang ditangani kami saat ini. Sekarang sudah berproses,” ujarnya.

Ia menjelaskan dirinya sudah mengirim tim dari Polda Maluku untuk turun dan ia sudah berkoordinasi dengan stakeholder instansi terkait. Selain itu, dari Pelni pusat juga sudah hadir.

“Progres dari penanganan khusus soal kontener jatuh ini sudah 6 orang kita periksa 3 dari Pelni, kemudian 2 Syahbandar dan satu dari Operator dan tidak terbatas ini saja, kita sudah kirimkan tim juga untuk berkoordinasi dari sumber barang tersebut,” tandasnya. (**)

Comment