MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menilai Gubernur Maluku, Murad Ismail harus kebal kritik.
Ketua KNPI Malteng, Hermansya Toyo mengatakan Maluku saat ini mengalami krisis kritik oleh elemen civil society. kritik terhadap kekuasaan itu perlu di kampanyekan oleh setiap elemen Pemuda.
“Jadi orang yang tidak memberi kritik, berarti dia tidak mengerti hakikat kekuasaan. Kekuasaan harus terus dikritik kalau bisa 20 jam sehari, kritik adalah hal yang esensial dalam menjamin keberlangsungan demokrasi,” kata Hermansya Toyo, Rabu (8/3//2023).
Kata Toyo saat ini Maluku dihadapkan pada sebuah kondisi dimana aktivis acap kali dilaporkan, ini pembungkaman pikiran.
“Saya berharap kepolisian bersikap netral dalam kondisi ini, kalau mengandung delik silakan dipidana, tapi kalau tidak jangan dipolitisir,” ungkapnya.
“Apa yang dialami Thomas Madilis akan menjadi indikator terhadap arah kekritisan aktivis Maluku Tengah. Gubernur Maluku mestinya menjadi ayah untuk setiap anak Maluku,” sambungnya.
Ia menegaskan kritik adalah sarana pembebasan, karena hanya melalui kritik masyarakat dapat keluar dari wilayah doktrinasi.
Menurutnya, KNPI Maluku Tengah berharap, kepolisian dapat bersikap netral dan tidak terpolarisasi.
“Saya menduga kasus ini akan di politisasi oleh orang-orang dekat kekuasaan. Jadi Bersikap Netral adalah upaya menjaga kewarasan publik
“Saya akan informasikan kepada seluruh pemuda Maluku Tengah untuk keluar membela kewarasan publik. Malapetaka demokrasi harus segera ditunda,” pungkasnya. (Redaksi)
Comment