Maju DPRD Sultra, Jodha Lasiawa  Digoda 4 Partai Besar

KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Asnin Januarsi yang lebih akrab di sapa Jodha Lasiawa sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra). Bagaimana tidak, pelantun single Tak Robek Dada ini sering wajahnya berwara-wiri di branda sosial media fecebook.

Namanya dikenal membuat Wanita kelahiran Pohara 29 Januari 1988 itu menjadi modal besar mengantarkannya duduk di parleman sebagai wakil rakyat.

Ditemui di salah satu villa di sudut kota Kendari Jodha menyebut jika dirinya ingin maju sebagai wakil rakyat pada pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) karena ingin membantu banyak orang terutama pada kaum lemah.

Dengan nama yang besar yang di sandang perempuan dua anak ini, membuat banyak partai besar yang melirik dia. Bahkan ada orang partai yang langsung menemuinya.

“Ia, ada empat partai besar nelfon saya bahkan ada juga yang datang langsung ketemu sama saya, tapi saya belum menentukan partai mana yang saya pilih nanti untuk maju di DPRD,” ucap Jodha, Selasa (28/2/2023) malam.

Jodha menyebut, empat partai yang serius menggoda dia adalah, Demokrat, Golkar, PDIP dan NasDem,

“Demokrat itu sudah ketemu dengan saya, partai yang lain masih lewat telfon mengajak masuk di partainya, namun dari semua partai besar yang mengajak saya masuk bergabung, ada satu partai yang membuat saya tartarik, berkas-berkas administrasi sudah lengkap tinggal diserahkan saja ke partainya nanti,” tandas istri dari Suardin yang lebih akrab di sapa Om Jalal.

Dengan mengusung Tegline “Ingat Saya Banggona-banggona” ibu dari, Sri Anggi Aulia dan Muhammad Dwi Putra optimis bisa duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Sulawesi Tenggara, 

“Kalau dibilang siap, saya siap karena niat saya mau maju DPRD tak lain adalah untuk membantu orang banyak apa lagi di Sultra ini banyak etnis sehingga jika saya duduk nanti di DPRD saya bisa menyatukan etnis dari berbagai kalangan,” ucap Jodha.

Ketenarannya Jodha sebagai artis sosmed di Sulawsi Tenggara (Sultra) membuat tidak telalu susah lagi berkampanya, bahkan alumni SMA Sampara ini tidak akan memasang baliho dan spanduk seperti calon -calon lain,

“Kan kita ini tidak banyak uang mau pasang baliho dan spanduk, mending uang itu saya gunakan untuk berbagi ke pada masyarakat yang membutuhkan, karena followersku banyak di sosmed jadi saya akan kampanya di sosmed saja nanti,”tutup wanita yang tinggal di jalan pasir putih Puuwatu ini. (**)

Comment