KOLUT, EDISIINDONESIA.id – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Pengurus Ikatan Pemuda Kodeoha Tiwu (PRIP-KAT) mendatangi Kantor DPRD Kolaka Utara (Kolut) terkait perekrutan fasilitator desa, program dari DPMO yang dinaungi Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolut diduga ada nuansa politik 2024.
Ketua PRIP-KAT Kolut, Yunus menilai ada yang ganjil paska seleksi penerima tenaga fasilitator Desa DPMO program readsi yang dinaungi Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolut.
“Sehingga kami mengundang secara hormat untuk hering di DPRD Kolut,” terangnya, Selasa (24/1/2023).
Yunus menyebutkan adanya dugaan dengan ketentuan syarat calon peserta fasilitator desa yang diterapkan DPMO program readsi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura tidak dijalankan sebagaimana mestinya dan terdapat pelanggaran peserta calon yang lolos dalam proses tahapan pemberkasan yang tidak sesuai degan persyaratan calon tersebut.
Dalam RDP tersebut, Yunus menyampaikan ada beberapa pendaftar yang lolos seleksi itu melanggar poin persyaratan yang dibuat oleh panitia penerima tenaga fasilitator desa DPMO program readsi yang dinaungi Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura.
“Ada beberapa temuan yang kami dapatkan, pertama peserta aktif dalam mengajar atau disebut guru honorer. Namun, paska penerimaan anggota fasilitator desa diterima dan masih banyak yang lain seperti ini, harusnya panitia atau kepala dinas terkait betul-betul terapkan sesuai persyaratan yang dibuat oleh panitia,” sebutnya.
Ia berharap dari pertemuan RDP ini ada evaluasi selanjutnya peserta, yang telah memilih bergabung anggota fasilitator desa, dan memberikan kepada pihaknya segera surat pengurangan dirri peserta yang memiliki pekerjan lain.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolut, Nusbah Nuhung mengatakan program ini dari kementerian ada dua pola pertama evaluasi kinerja anggota, dan kedua anggota DPMO berhak melakukan rekrutmen anggota baru.
“Sejak tahun 2019 program ini sudah ada, sampai saat ini 2023, ada 18 desa yang terakomodir di fasilitator desa yang sudah ikut tahap pendaftaran, sedangkan peminat dalam hal ini hanya 26 orang,” ungkapnya.
Terangnya, yang ikut dalam tes wawancara 22 orang, 1 orang tidak melengkapi berkasnya, selanjutnya 3 orang pihaknya anggap tidak produktif dalam tahap perpanjangan anggota fasilitator desa, dari DPMO evaluasi kerja.
“Dan ketiga tersebut kami gugurkan, dan ada berapa orang yang mengundurkan diri karena tidak mampu menjalankan tugas anggota fasilitator desa, dan saat ini ada 18 orang sudah ikut tahap rekrutmen, empat orang persiapan PAW ketika peserta tiba-tiba mengundurkan diri,” jelasnya.
Sedang, Wakil Ketua II DPRD Kolut, Agusdin menyampaikan rekrutmen fasilitator desa yang dibuat oleh DPMO program readsi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura.
“Ada beberapa poin yang kita terima dan kami tampung dari adik-adik kita yang tergabung dalam organisasi pemuda PRIP-KAT Kolut,” sebutnya.
Lanjut Agusdin, pertama evaluasi peserta yang sudah memiliki pekerjaan dan jangan ada yang terdaftar dua pekerjaan misalkan peserta terdaftar di panitia Pemilu 2024.
“Disisi lain dia juga terdaftar di fasilitator desa, program dari kementrian perlu kita awasi bersama untuk mensukseskan progam tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu anggota dari Fraksi Gerinda, Maksum Ramli, meminta kepada pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka Utara, agar segera memunculkan data persyaratan, yang memiliki pekerjaan lain wajib mengeluarkan surat pengunduran diri.
“Kita semua program ini berjalan dengan baik seperti yang diinginkan adik-adik kita dari pemuda yang tergabung dalam organisasi Prip-kat Kolut,” tutupnya. (**)
Comment