BOMBANA, EDISIINDONESI.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana, kembali menggelar pangan murah dalam upaya pengendalian inflasi, di RTH Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Kamis (15/12/2022).
Giat tersebut dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Bombana, Burhanuddin, didampingi Ketua TP-PKK Hj. Fatmawati Kasim Marewa, dalam kegiatan gelar pangan murah Dinas Ketahanan Pangan bersama tim inflasi daerah Kabupaten Bombana dengan mengusung tajuk “Sinergi untuk stabilitas harga dan ketahanan pangan pasca kenaikan harga BBM menghadapi natal dan tahun baru”.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dalam sambutanya ini adalah salah satu upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana melalui Dinas Ketahanan Pangan untuk menjaga kestabilan harga bahan pangan pokok strategis pasca kenaikan BBM 3 September 2020 yang lalu.
“Terkait kegiatan didasari hak dasar Hukum peraturan Mentri RI Nomor: 140/PMK/07/2022 tentang dana insentif Daerah untuk penghargaan kinerja tahun berjalan tahun 2022, dan pengunaan sisa dana insentif Daerah tahun anggaran 2020, sisa dana insentif Daerah tahun anggaran 2021, dan APBD tahun 2022 yang diberi nama gelar pangan murah, gerakan nasional pengendalian inflasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Burhanuddin mengatakan kegiatan pangan murah ini adalah salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan harga bahan pangan pokok sekaligus menjaga agar harga pangan tidak mengalami inflasi. Dengan kestabilan harga pangan dan keamanan pangan yang telah terjaga.
“Serta ini adalah wujud perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat agar dapat meringankan beban hidup masyarakat akibat dampak kenaikan BBM, dan pemerintah memonitor 20 bahan pokok setiap hari di daerah Kabupaten Bombana serta pemerintah pusat mengadakan rapat di seluruh Indonesia untuk me monitor tingkat inflasi di seluruh Indonesia, dan Bombana masih dalam kategori normal. Sebab, inflasi kita setiap tahun bergerak sedikit naik kemudian bulan ke bulan, hari Ke hari naik,,” ungkapnya.
Penjabat Bupati Bombana ini menjelaskan sesuai target inflasi Nasional Kabupaten Bombana masih di angka dua poin 9 yang mana target Nasional diangka empat. “Karena itu kita harus menjaga terus bukan hanya di Kabupaten Bombana tetapi di seluruh Sulawesi Tenggara,” ujar dia.
“Dan ada beberapa daerah yang inflasinya lebih tinggi nanti akan ada kerjasama antar daerah untuk mensuplai surplus yang terjadi, seperti halnya di Kabupaten Bombana yang menjadi surplus beras nantinya kami akan kerjasama daerah daerah lain yang kekurangan beras,” ungkapnya.
Sementara menurut masyarakat dengan adanya pangan murah ini, dinilai sangat membantu masyarakat, seperti halnya Ibu Yanti, ibu Dian dan ibu Selin, saat ditemui yang ikut serta memegang kupon belanja di pangan murah hari ini.
“Merasa sangat terbantu dengan program pemerintah dan berharap program tersebut dapat berkelanjutan semasa dampak kenaikan BBM dan diakhiri dengan serta aku bangga jadi orang Bombana dan jangan lupa bahagia,” ucap Yanti.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, Forkopimda, para pejabat eselon II, anggota Tim TPID Kabupaten Bombana dan para undangan lainnya. (**)
Comment