KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, Jurusan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo menggelar pelatihan pengelolaan sampah anorganik dengan produk ecoenzim, biogas dan ecobrick.
Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di Desa Aunupe, Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan. Program dan kegiatan yang dilakukan merupakan bentuk upaya pengembangan potensi pertanian dan agrowisata berbasis pengelolaan lingkungan.
Salah satu dosen pendamping KKN Tematik, La Ode Muhammad Erif, SSi MSc, menyampaikan, kegiatan yang dilakukan semoga menjadi pemacu bagi warga desa dalam mengembangkan agrowisata di Desa Aunupe.
Ditempat yang sama, Junartin Teke, SSi M.Eng, yang juga menjadi bagian tim pendamping kegiatan KKN Tematik, mengungkapkan, biogas sebagai salah satu bentuk pemanfaatan limbah organic. Biogas dimanfaatkan sebagai energi alternative yang dapat diaplikasikan oleh warga Desa Aunupe di tengah harga gas elpiji yang kian meningkat harganya di tengah masyarakat. Hal tersebut didukung oleh potensi peternakan sapi yang cukup melimpah di desa.
KKN Tematik yang telah berlangsung selama dua pekan tersebut, kata Junartin, semoga mahasiswa dapat melaksanakan program utama dan pendukung di sisa-sisa masa KKN-T dengan lancar, sehingga dapat menerapkan semua pengalaman dan ilmu masyarakat yang sudah didapat selama melaksanakan KKN Tematik.
Sementara itu, Iksan salah satu warga Desa Unupe, menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN-T IPB Jurusan Ilmu Lingkungan UHO yang telah menjalankan program kegiatannya selama duap pekan. Menurutnya, mahasiswa KKN-T Jurusan Ilmu Lingkungan telah membantu mengembangkan agrowiswata dan pertanian yang menjadi sektor utama di Desa Aunupe.
“kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menginspirasi, bermanfaat, dan memacu kreativitas ide, serta kemandirian masyarakat Desa Aunupe untuk membangun desa yang lebih baik terutama dalam aspek kelestarian lingkungan,” ungkap Iksan.
Mahasiswa KKN-T banyak melakukan edukasi terkait pengelolaan sampah organic dan anorganik. Kegiatan yang dilaukan berupa, demonstrasi dan pemutaran video pembuatan ecobrick, serta demonstrasi instalasi biogas dan ecoenzym yang dilakukan oleh DPL dan perwakilan mahasiswa.
Firgiansyah Fahrezi P sebagai Ketua Kelompok dan Jordin Julianto Nugraha berharap, setelah KKN-T berakhir, pihaknya akan menyerahkan instalasi biogas gas, ecoenzim dan modulk ecobrick sebagai upaya penanganan sampah organic dan aorganik kepada perwakilan desa.(**)
Comment