Pemda Konkep Susun Strategi dan Program Turunkan Angka Stunting

Bupati Konkep, Amrullah saat membawakan sambutan di acara Rembuk Stunting di Balai Desa Langara Tanjung Batu pada Rabu, (3/8/2022). (Foto: Dasran/EI)

KONKEP, EDISIINDONESIA.id Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir, akan tetapi kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

Saat ini angka stunting di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), telah tercatat 32,8 persen atau sebanyak 167 orang anak, umur di bawah 5 tahun yang dinyatakan terkena stunting.

Untuk mencapai target penurunan angka stunting, maka Pemerintah Daerah (Pemda) Konkep telah menyiapkan sejumlah strategi, diantaranya komitmen dan visi misi kepemimpinan, kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku.

Selain itu, konvergensi, koordinasi dan konsolidasi program pusat, daerah dan desa terus dilaksanakan, serta ketahanan pangan dan gizi terus ditingkatkan, hingga pemantauan dan evaluasi.

Bupati Konkep, Amrullah berharap kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat serta Kepala Desa dan Lurah untuk lebih serius dalam menanggapi pencegahan dan penanganan kasus stunting di Wawonii. Mulai dari pembangunan sanitasi, air bersih, penyediaan pangan yang aman dan bergizi.

“Saya harap dapat meningkatkan komitmen bersama dalam menurunkan dan pencegahan stunting di Kabupaten Konawe Kepulauan yang kita cintai ini, ” kata Amrullah, saat membawakan sambutan di acara Rembuk Stunting di Balai Desa Langara Tanjung Batu pada Rabu, (3/8/2022).

Sebelum menutup sambutannya, Amrullah meminta agar masalah gizi menjadi skala prioritas yang tidak boleh diabaikan untuk menjamin kecukupan gizi masyarakat di Pulau Wawonii.

“Saya minta seluruh perangkat daerah dan stakeholder terkait untuk melakukan Inovasi, agar upaya pemenuhan gizi masyarakat, utamanya ibu hamil dan anak balita bisa terpenuhi,” pintanya. (**)

Comment