EDISIINDONESIA.id – Aktris Bae Suzy menuturkan pendekatannya dalam berakting serta kriterianya dalam memilih proyek akting mendatang dalam wawancara terbaru dengan majalah ELLE Korea.
“Alih-alih hanya melihat karakter itu sendiri, kini saya lebih memikirkan hubungan seperti apa yang dimiliki karakter tersebut dengan orang-orang di sekitarnya serta lingkungan tempat mereka tumbuh,” katanya sebagaimana dikutip dalam siaran Soompi pada Senin.
“Meskipun tidak tercantum dalam naskah, saya membayangkan pengalaman hidup yang telah dilalui karakter tersebut dan menciptakan alasan serta latar belakang cerita saya sendiri untuk mereka,” ia menambahkan.
Aktris yang berperan dalam “Architecture 101”, “Anna”, “Doona!”, dan “Genie, Make a Wish” itu juga mengibaratkan hatinya memiliki ruangan untuk setiap karakter yang pernah diperankan.
“Saya selalu beranggapan bahwa ada banyak ruangan di hati saya. Saya memiliki rasa sayang sekaligus penyesalan terhadap setiap karakter yang pernah saya perankan,” katanya.
“Namun, karena saya adalah tipe orang yang menghargai masa kini, saya rasa saya telah menutup semua ruangan itu dengan baik,” ia menambahkan.
Suzy menuturkan bahwa dia mendapati wajahnya memiliki potensi untuk menampilkan berbagai karakter dalam film.
“Seiring waktu, ada saat-saat ketika saya menemukan ekspresi atau sisi wajah saya yang sebelumnya tidak saya ketahui. Saya sangat bahagia pada saat-saat seperti itu, dan merasa masih ada sisi diri saya yang belum saya ketahui,” katanya.
Ketika ditanya kriterianya dalam memilih proyek akting mendatang, ia menjawab bahwa dia ingin memerankan karakter yang membuatnya tertarik pada saat itu.
“Pada akhirnya, saya rasa saya sangat memercayai ‘tarikan’ berikut itu,” katanya.
Film Suzy yang berjudul “Seven O’Clock Breakfast Club for the Brokenhearted” dijadwalkan diputar di bioskop pada Desember 2026.
Dia juga membintangi serial “Portraits of Delusion” yang dijadwalkan ditayangkan pada paruh kedua tahun 2026. (edisi/antara)
Comment