Nana Mirdad Soroti Kenaikan Drastis Harga Masker di Tengah Bencana

EDISIINDONESIA.id – Artis Nana Mirdad menyoroti dugaan kenaikan harga masker secara drastis di tengah situasi bencana.

Nana mengaku heran melihat harga masker yang disebutnya melonjak hingga sekitar Rp180 ribu per buah. Padahal, pada pagi harinya, produk tersebut masih dijual dengan harga sekitar Rp12 ribu.

Hal itu disampaikan Nana melalui akun Threads miliknya pada Selasa (8/9/2026).

“Agak gila juga di saat rakyat banyak yang kesusahan lihat brand penjual masker proper malah naikin harga jadi 180 ribu-an per biji. Sementara paginya masih dijual di harga 12 ribu aja,” kata Nana.

Nana mengakui bahwa mencari keuntungan merupakan hal yang wajar dalam aktivitas jual beli. Namun, menurutnya, menaikkan harga secara drastis ketika masyarakat sedang menghadapi bencana merupakan tindakan yang tidak semestinya dilakukan.

“Memang, jualan goal-nya profit,” tuturnya.

Ia kemudian mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui kisaran harga distributor masker N95. Pasalnya, sang suami bekerja di perusahaan yang salah satu produk dalam daftar produknya adalah masker N95.

“Tapi nggak usah securang ini pada saat bencana kali ya 🥹 Kebetulan suami saya juga salah satu product list di perusahaannya adalah masker N95, jadi harga distributornya saya tahu persis berapa,” ujarnya.

Nana menilai kenaikan harga secara spontan di tengah kondisi bencana tersebut tidak mencerminkan sikap kemanusiaan.

“Mark up spontan kayak gini nggak berperikemanusiaan. ☹️,” tandasnya.

Diketahui, Indonesia tengah menghadapi ujian bencana alam beruntun. Dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan dan Sumatra dilaporkan makin meluas, sementara empat gunung api aktif mendadak erupsi serentak dalam rentang waktu cuma tiga jam pada Minggu (6/9/2026).

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa September 2026 ini merupakan puncak dari musim karhutla nasional. Pada saat yang sama, Badan Geologi Kementerian ESDM merilis laporan bahwa Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu meletus hampir berbarengan. (edisi/fajar)

Comment