Kolaborasi ANTAM–TNI–Pemkab Konut Lahirkan Jembatan Perintis Garuda, Potong Jarak Tempuh Warga Banggina

KONUT, EDISIINDONESIA.id — Jarak tempuh yang sempat harus ditempuh warga Desa Banggina, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, sejauh 8 kilometer untuk mengantar anak ke sekolah kini jauh lebih pendek dan aman, setelah Jembatan Perintis Garuda resmi diresmikan pada Senin (14/9/2026).

Jembatan ini dibangun berkat kerja sama antara PT ANTAM (Persero) Tbk, TNI, dan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara.

Sebelumnya, warga terpaksa melewati jalur yang dinilai kurang aman, termasuk jalur pengangkutan yang dilalui kendaraan berat milik perusahaan. Kini, jembatan ini membuka akses baru yang lebih dekat dan terjamin keselamatannya — terutama bagi anak-anak yang bersekolah serta warga dalam menjalani aktivitas harian.

Pembangunan jembatan berlangsung sejak 27 April hingga 22 Agustus 2026, dan diresmikan bersama oleh perwakilan ANTAM, TNI, serta pemerintah daerah.

Perwakilan Direksi ANTAM sekaligus Kepala Divisi CSR & ER, Yulan Kustiyan, menyatakan jembatan ini adalah wujud nyata komitmen perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Sebagai BUMN, ANTAM berkewajiban melaksanakan TJSL demi memberi manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Jembatan ini bukan sekadar bangunan ia mempersingkat jarak, menjamin keselamatan, dan membuka peluang yang lebih luas,” ujar Yulan.

Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyambut baik hasil kolaborasi ini dan berharap jembatan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta mempererat hubungan antarmasyarakat.

Sementara itu, Bupati Konawe Utara, Dr. H. Ikbar, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, jembatan ini menjadi kunci untuk membuka akses warga terhadap pendidikan, pelayanan publik, serta kehidupan sosial dan ekonomi.

Warga Desa Banggina pun menyambut gembira kehadiran jembatan ini. “Sekarang akses kami lebih dekat dan aman. Kami berjanji akan menjaganya bersama-sama,” ungkap perwakilan warga.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita, sekaligus diserahkan 1.000 paket bantuan sosial kepada masyarakat.(**)

Comment