KENDARI, EDIINDONESIA.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengukir sejarah baru dalam rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan mengumumkan hasil seleksi jabatan Eselon III dan IV secara terbuka dan transparan. Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, memimpin langsung pengumuman nama-nama pejabat yang lolos dalam sebuah forum resmi di Aula Pola Kantor Gubernur, Rabu (8/4/2026).
Langkah ini menjadi penanda tegas pergeseran dari pola seleksi lama yang rentan subjektivitas, menuju sistem rekrutmen berbasis meritokrasi. Pemprov Sultra kini berkomitmen penuh untuk mengutamakan kompetensi dan kapabilitas para calon pejabat, bukan lagi kedekatan atau faktor non-objektif lainnya.
“Tidak ada lagi ruang untuk pendekatan nonobjektif. Yang kita pilih adalah mereka yang mampu dan siap bekerja,” tegas Gubernur Andi Sumangerukka di hadapan awak media, menegaskan komitmen pemerintahannya.
Skema Seleksi Baru: “Lolos” dan “Lulus”
Momentum pengumuman ini juga dimanfaatkan Gubernur untuk memperkenalkan skema seleksi yang inovatif. Hasil penilaian kini tidak lagi bersifat biner, melainkan dibagi ke dalam dua kategori: “Lolos” dan “Lulus”. Kategori ini mencerminkan tingkat kompetensi dan kesiapan para kandidat.
Proses seleksi yang berlangsung selama sepekan ini diklaim berlangsung sangat ketat dan komprehensif. Peserta tidak hanya diuji dari sisi administrasi, tetapi juga kemampuan teknis, pemecahan masalah, dan visi strategis untuk instansi masing-masing. Mereka dituntut untuk mampu menganalisis persoalan sekaligus menawarkan solusi konkret, guna memastikan pejabat yang terpilih dapat segera beradaptasi dan bekerja secara efektif.
“Yang kita cari bukan hanya pintar bicara, tapi mampu eksekusi,” ujar Gubernur, menekankan pentingnya kemampuan implementasi di lapangan.
Pelantikan Menanti Finalisasi Administrasi
Tahapan selanjutnya adalah pelantikan para pejabat terpilih. Gubernur menyatakan bahwa proses ini tinggal menunggu penyelesaian administrasi berupa Pertimbangan Teknis (Pertek) dari instansi terkait. “Tidak akan lama. Begitu Pertek selesai, langsung kita lantik,” ungkapnya singkat, mengindikasikan pelantikan akan segera dilaksanakan.
Langkah Pemprov Sultra ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun birokrasi yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima di Sulawesi Tenggara.(**)
Comment