KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Kendari resmi menutup pelaksanaan Siaga SAR Khusus Lebaran 1447 Hijriah pada Senin (30/3/2026). Kegiatan yang berlangsung selama periode arus mudik dan balik bertujuan memastikan kesiapan serta efektivitas operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dalam menangani kondisi darurat.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, menyampaikan bahwa selama periode siaga tahun ini, pihaknya menangani tiga operasi SAR yang berkaitan dengan kondisi membahayakan manusia. “Adapun dalam periode pelaksanaan Siaga SAR Khusus Lebaran tahun ini terdapat 3 penanganan Ops SAR,” katanya.
Operasi Pertama
Pencarian dilakukan terhadap seorang korban yang terjatuh dari longboat di perairan Ereke, Kabupaten Buton Utara, pada Minggu (22/3/2026). Upaya pencarian berlangsung selama tujuh hari, namun korban tidak berhasil ditemukan dan dinyatakan hilang.
Operasi Kedua
Pada Kamis (26/3/2026) di Kota Baubau, seorang pekerja dilaporkan terjepit dalam excavator akibat tertimpa batu besar di lokasi Perumahan Griya Puncak. Tim SAR berhasil mengevakuasi korban, namun dalam kondisi meninggal dunia.
Operasi Ketiga
Masih berlangsung hingga saat ini, dimana seorang lansia dilaporkan hilang di area kebun Desa Busowa, Kabupaten Buton Selatan, sejak Minggu (29/3/2026). Hingga hari kedua pencarian, korban belum ditemukan.
Meski terdapat sejumlah insiden, Basarnas Kendari memastikan bahwa kondisi pemantauan di berbagai titik strategis selama arus mudik dan balik—seperti bandara, pelabuhan, terminal, dan tempat wisata—secara umum terpantau aman dan lancar.
Dalam pelaksanaan siaga tahun ini, KPP Kendari mengerahkan 147 personel ASN yang tersebar di berbagai wilayah kerja, termasuk Pos SAR Wakatobi, Baubau, Kolaka, Konawe Utara, serta Unit Siaga SAR Muna. Dukungan armada seperti KN SAR Pacitan dan sejumlah Rescue Boat juga disiagakan.
Sarana yang digunakan meliputi peralatan air (perahu karet, jet ski, Rigid Inflatable Boat/RIB, dan kapal), darat (rescue car, ambulans, ATV, motor trail, truk personel, dan rescue truck), serta peralatan pendukung seperti perlengkapan medis, evakuasi, komunikasi, ekstrikasi, dan selam.
Titik siaga selama periode Lebaran mencakup pelabuhan utama di Kendari, Wakatobi, Baubau, Kolaka; bandara Haluoleo, Betoambari, Matahora, dan Sangia Nibandera; serta kawasan wisata dan terminal angkutan darat.
Dengan berakhirnya Siaga SAR Khusus Lebaran tahun ini, Basarnas Kendari mengapresiasi seluruh personel dan pihak terkait yang telah berkontribusi dalam menjaga keselamatan masyarakat selama masa libur Lebaran.(**)
Comment