Longboat Hilang Kontak di Perairan Padei Laut, Basarnas Evakuasi Korban dalam Keadaan Selamat

MOROWALI, EDISIINDONESIA.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Kendari berhasil mengevakuasi seorang pria yang mengalami lost contact setelah longboat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di perairan Padei Laut, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

Informasi kejadian diterima Comm Centre KPP Kendari pada Sabtu (17/1/2026) pukul 14.15 Wita dari Hasrun, keluarga korban. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa satu unit longboat dengan satu orang penumpang mengalami kecelakaan dan hilang kontak di sekitar kawasan perairan tersebut.

Menindaklanjuti laporan, Tim Rescue Pos SAR Konawe Utara (Konut) diberangkatkan pada pukul 14.30 Wita menuju Lokasi Kejadian Terakhir (Last Known Position/LKP).

Jarak tempuh dari Pos SAR Konut ke LKP mencapai sekitar 53 nautical mile (NM).

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, menyampaikan bahwa selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi berawan dengan potensi hujan, kecepatan angin sekitar 20 knot dari arah barat, dan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 0,75 meter.

Namun, pada pukul 16.30 Wita, tim SAR menerima informasi bahwa korban telah ditemukan sekitar 2,77 NM ke arah timur laut dari LKP dalam keadaan selamat. Korban kemudian dievakuasi ke Pulau Menui oleh unsur yang berada di lokasi.

Tim Rescue Pos SAR Konut kembali ke Dermaga Molawe pada pukul 16.40 Wita dan tiba pada pukul 18.00 Wita. Dengan ditemukannya korban dalam kondisi baik, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

“Ops SAR kecelakaan kapal terhadap 1 buah longboat dengan 1 orang penumpang yang mengalami lost contact di sekitar perairan Padei Laut dinyatakan selesai dan ditutup,” ujar Amiruddin.

Korban yang bernama Kasim Marama (55) merupakan warga Menui Kepulauan.

Berdasarkan kronologis, korban berangkat dari Menui menuju Desa Molore, Kabupaten Konawe Utara, pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 08.00 Wita menggunakan longboat berbahan fiber.

Dalam perjalanan, ia sempat singgah di Desa Buranga untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan, dengan posisi terakhir diketahui berada di Reef Manaha Mengkedu.

Perjalanan yang diperkirakan memakan waktu 12 jam tidak kunjung sampai, sehingga keluarga melakukan pencarian mandiri dengan hasil nihil sebelum melaporkan kepada Basarnas.

Dalam operasi ini, unsur yang terlibat antara lain Staf Operasi KPP Kendari, Pos SAR Konut, Polair Konut, Pos TNI AL Konut, masyarakat setempat, dan keluarga korban.

Alat yang digunakan meliputi rescue car, RIB (Rigid Inflatable Boat), longboat, Aquaeye, peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta peralatan pendukung keselamatan lainnya.

Amiruddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat atas kerja sama yang baik sehingga korban dapat ditemukan dengan cepat.(**)

Comment