KOLAKA, EDISIINDONESIA.id – Wilayah Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), diguncang gempabumi tektonik pada dini hari Senin (12/1/2026).
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 3,6. Episenter terletak pada koordinat 4,06 Lintang Selatan dan 121,76 Bujur Timur, tepatnya di darat sekitar 18 kilometer arah timur Kolaka, dengan kedalaman 5 kilometer.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai BMKG Wilayah IV, Nasrol Adil menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini tergolong dangkal dan dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
Hasil pemetaan guncangan (Shakemap) serta laporan masyarakat menunjukkan bahwa getaran dirasakan di Kolaka dan Kolaka Timur dengan skala intensitas III hingga IV MMI. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah seperti adanya truk melintas; beberapa warga juga melaporkan pintu dan jendela berderik serta dinding rumah berbunyi.
Meski menimbulkan kepanikan ringan, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat peristiwa gempa tersebut. “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ujarnya.
BMKG juga memastikan bahwa hingga pukul 04.00 WIB, belum terpantau adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Informasi resmi terkait gempa bumi hanya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, situs web resmi BMKG, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi mobile BMKG.(**)
Comment