Gubernur Sultra Tekankan Siapkan Umat Masa Depan dengan Visi yang Jelas

BAUBAU, EDISIINDONESIA.id- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa penyiapan umat berkualitas harus dilakukan dengan cara yang visioner dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama di tengah era disrupsi yang semakin kompleks.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sultra Tahun 2026, yang berlangsung di Tamimu Ballroom Nirwana Buton Villa, Kota Baubau, Kamis.

Menurutnya, pembangunan umat ke depan tidak bisa lepas dari perencanaan yang responsif terhadap perubahan sosial, budaya, dan teknologi.

“Kita perlu menyusun pembangunan keagamaan yang visioner, adaptif, dan berkualitas, dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM, inovasi, kreativitas, serta pemahaman agama yang relevan bagi generasi muda,” ucap Gubernur.

Ia menilai, generasi muda saat ini hidup dalam lingkungan yang terbuka dengan penekanan pada otonomi dan pilihan pribadi. Oleh karena itu, agama harus hadir sebagai sumber inspirasi yang mampu menjawab dinamika zaman tanpa mengorbankan nilai-nilai dasarnya.

Gubernur juga mengucapkan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Agama atas kontribusinya dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan keagamaan di Sultra.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sultra, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan kontribusi yang diberikan,” katanya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama terus diperkuat untuk mewujudkan Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius.

Sejalan dengan itu, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang turut menghadiri acara, menekankan bahwa mempersiapkan umat masa depan adalah pekerjaan besar yang menghadapi tantangan global dari berbagai aspek, mulai dari teologi, politik, hingga budaya.

“Penguatan nasionalisme adalah keharusan. Kekuatan Indonesia terletak pada umat Islam sebagai mayoritas yang mampu menjaga persatuan, menyokong stabilitas, dan menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Keduanya sepakat bahwa pembangunan umat yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan menjadi kunci untuk menjaga harmoni sosial serta memperkuat fondasi kebangsaan Indonesia. (**)

Comment