Pabrik Beras di Konawe, Sultra Ditargetkan Sentrum Pangan Nasional

KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Ketua Umum Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) Sulawesi Tenggara (Sultra) Rendi Tabara menyatakan bahwa pembangunan pabrik beras di Kabupaten Konawe berpotensi menjadikan daerah itu sebagai sentrum pangan nasional, terutama untuk wilayah Timur Indonesia.

Meskipun Sultra dikenal memiliki produksi dan cadangan nikel terbesar di Indonesia, pertumbuhan ekonominya belum maksimal. Di sisi lain, industri beras memegang peran penting dalam kemajuan bangsa, termasuk perekonomian dan pemasukan anggaran negara. Menurut rilis BPS 1 Desember 2025, produksi beras Indonesia pada tahun ini diperkirakan melonjak 13,6% menjadi 34,79 juta ton dibandingkan 2024.

Rendi menekankan bahwa peningkatan produktivitas padi jangka panjang harus berbasis teknologi. Studi menunjukkan Total Factor Productivity (TFP) padi Indonesia periode 1982–2020 hanya 1,47%, jauh di bawah Jepang yang mencapai 4,2% berkat adopsi teknologi tinggi dan pengelolaan data real-time. Kunci keberhasilan terletak pada riset dan inovasi, teknologi pertanian, serta kapasitas literasi petani.

Ia juga mengungkapkan bahwa industri gabah dan beras tidak dapat dipisahkan. Saat ini, 95% penggilingan padi di Indonesia berskala kecil yang mengakibatkan kehilangan hasil tinggi, butir patah banyak, rendemen rendah, dan kualitas beras kurang kompetitif. Sebaliknya, penggilingan besar dan terintegrasi mampu menghasilkan beras berkualitas dengan efisiensi lebih baik.

Pembangunan pabrik beras tersebut merupakan amanat undang-undang untuk mendorong hilirisasi pangan, yang diharapkan menjadikan Konawe sebagai basis sentrum perekonomian nasional.

Rendi menyarankan pemerintah daerah membangun kerja sama kuat dengan investor untuk meningkatkan serapan gabah lokal dan taraf hidup masyarakat.

Kabupaten Konawe juga dinilai memiliki wilayah yang strategis untuk pembukaan sawah baru. Selain itu, pemuda dan mahasiswa khususnya dari Konawe diharapkan terus memberikan ide dan menjadi kontrol sosial agar kerja sama pemerintah dan swasta berjalan maksimal.(**)

Comment