Ekspor RI Oktober 2025 Turun 2,31%, Dipicu Penurunan Nilai Ekspor Migas

Ilustrasi: Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto menuturkan, kinerja neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2022 mencatatkan surplus, yakni sebesar USD 2,9 miliar. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

EDISIINDONESIA.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$24,24 miliar pada Oktober 2025. Nilainya turun 2,31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$24,81 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan nilai ekspor mengalami penurunan secara tahunan utamanya didorong oleh penurunan nilai ekspor migas.

Secara terperinci, nilai ekspor migas mencapai US$0,89 miliar pada Oktober 2025, atau turun 33,60% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari US$1,35 miliar. Sementara itu, nilai ekspor nonmigas juga turun 0,51% yoy dari US$23,46 miliar pada Oktober 2024 menjadi US$23,34 miliar.

“Penurunan nilai ekspor Oktober 2025 secara tahunan terutama didorong oleh penurunan nilai ekspor migas, yaitu pada komoditas minyak mentah yang turun 54,68% dengan andil -0,34%,” kata Pudji dalam Rilis BPS, Senin (1/12/2025).

Selain minyak mentah, Pudji menambahkan, komoditas hasil minyak yang turun 40,11% dengan andil -0,65% dan gas yang turun 26,20% dengan andil -0,84%.

Namun sepanjang Januari—Oktober 2025, BPS mencatat total ekspor meningkat 6,96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai US$218,82 miliar. Sepanjang sepuluh bulan pertama 2025, total ekspor mencapai US$234,04 miliar.

Dari sana, total ekspor migas mencapai US$10,93 miliar atau turun 16,11% dibandingkan Januari—Oktober 2024 yang mencapai US$13,02 miliar.

Di sisi lain, total ekspor nonmigas mencapai US$223,12 miliar atau naik 8,42% dibandingkan Januari—Oktober 2024 senilai US$205,79 miliar.

BPS menyebut peningkatan nilai ekspor sepanjang Januari—Oktober 2025 ini disumbang oleh sektor industri pengolahan dengan andil sebesar 11,68%. (edisi/bisnis)

Comment