Expo Inovasi Desa Konawe: Sinergi Budaya, Inovasi, dan Tata Kelola Pemerintahan yang Visioner

KONAWE, EDISIINDONESIA.id-Di bawah gemerlap bintang yang menghiasi langit malam di bekas lokasi STQ Unaaha, Expo Inovasi Desa Kabupaten Konawe menjadi panggung megah bagi transformasi yang menggema di 291 desa dari 28 kecamatan. Lebih dari sekadar pameran, acara ini adalah manifestasi visi Bupati H. Yusran Akbar, ST., dalam menyatukan kebudayaan, inovasi, dan tata kelola pemerintahan yang baik untuk membangun desa yang mandiri dan berdaya saing.

Panggung utama memancarkan pesona dengan penampilan spektakuler Tarian Mombatani dari Abuki dan Tari Sumaku dari Meluhu. Tarian Mombatani menghidupkan kembali siklus hidup agraris masyarakat Konawe dengan gerakan yang anggun dan cerita yang mendalam, sementara Tari Sumaku mendeklarasikan ketahanan pangan melalui visualisasi proses pengolahan sagu yang memukau, mengingatkan akan kekayaan sumber daya lokal yang harus dijaga dan dikembangkan.

Bupati Yusran Akbar hadir bukan hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi sebagai “auditor budaya dan pembangunan” yang berdedikasi. Beliau meluangkan waktu untuk mengunjungi setiap stan, berinteraksi langsung dengan para pelaku desa, dan mengajukan pertanyaan kritis yang membangun, mendorong mereka untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk serta layanan yang ditawarkan.

Di Stan Desa Puumbinisi, Bupati Yusran menekankan pentingnya tata kelola yang kuat, BUMDES yang sehat, koperasi yang berdenyut, serta pemerintahan desa yang bersih dan melayani. Beliau juga memberikan apresiasi atas inisiatif desa dalam mengembangkan produk unggulan yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sementara di Stan Desa Lalodangge, beliau mengagumi kerajinan souvenir lokal yang unik dan mendorong para perajin untuk segera mengurus hak kekayaan intelektual (HKI) agar dapat menembus pasar ekspor. “Dengan HKI, produk kita akan memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi di pasar global,” ujarnya.

Expo Inovasi Desa Konawe bukan hanya sekadar ajang pameran, tetapi juga menjadi laboratorium pembangunan desa yang hidup, tempat ide-ide kreatif diuji, inovasi dihargai, dan kepemimpinan yang visioner hadir langsung di tengah masyarakat. Acara ini juga menjadi wadah bagi para pelaku desa untuk saling bertukar informasi, berbagi pengalaman, dan menjalin kerjasama yang saling menguntungkan

Selain itu, Expo ini juga menampilkan berbagai produk unggulan dari masing-masing desa, mulai dari produk pertanian, kerajinan tangan, hingga produk olahan makanan dan minuman. Para pengunjung juga dapat menikmati berbagai atraksi budaya dan hiburan yang menampilkan kekayaan seni dan tradisi Konawe.

“Malam ini kita telah membuktikan bahwa desa bukanlah masa lalu. Desa adalah masa depan. Dan dengan tata kelola yang baik, jiwa wirausaha yang kuat, dan akar budaya yang dalam, tidak ada yang mustahil bagi desa-desa Konawe,” ujar Bupati Yusran dalam pernyataan penutupnya yang penuh semangat.

Expo ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan sejati dimulai dari membangkitkan jiwa, mengasah keterampilan, dan memperkuat institusi desa. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, desa-desa di Konawe siap melangkah maju menuju masa depan yang lebihGemilang. (Adv)

Comment