BAUBAU, EDISIINDONESIA.id – Kota Kendari tercatat sebagai salah satu daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang paling disiplin melaporkan realisasi fisik dan keuangan pembangunan.
Hal itu terungkap dalam Rapat Pembinaan dan Sosialisasi Pembangunan Daerah Tahun 2025 yang digelar di Kota Baubau.
Staf Ahli Gubernur Sultra Bidang Pemerintahan dan Politik, La Ode Fasikin, menyebut tiga daerah paling konsisten melaporkan realisasi anggaran melalui aplikasi e-Pengendalian Fitur TEPRA, yaitu Kota Kendari, Kota Baubau, dan Kabupaten Buton Tengah.
Berdasarkan data hingga September 2025, realisasi anggaran Kota Kendari mencapai 46,33 persen, disusul Baubau 43,77 persen, dan Buton Tengah 39,64 persen.
“Capaian ini memang masih relatif kecil, tetapi menunjukkan komitmen dalam pelaporan tepat waktu. Jika progres anggaran lambat, maka pembangunan pun berjalan tidak optimal,” kata Fasikin.
Ia menegaskan, rendahnya serapan anggaran mencerminkan lemahnya kinerja aparatur dan berpotensi menghambat pembangunan.
Perwakilan Pemkot Kendari, Nismawati, menyampaikan kedisiplinan melaporkan realisasi anggaran menjadi bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat.
“Bagi kami, ini bukan hanya soal angka, tetapi juga wujud transparansi agar pembangunan bisa dipantau,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri Asisten II, Kasubag Evaluasi dan Pelaporan, serta Admin TEPRA bagian administrasi pembangunan Setda Pemkot Kendari.
Fasikin menutup dengan menekankan pentingnya koordinasi lintas daerah. Menurutnya, tanpa disiplin pelaporan dan komitmen serius dari pemerintah, pembangunan di Sultra berisiko tersendat dan jauh dari harapan masyarakat.(**)
Comment