Wujudkan Generasi Qur’ani, Pemkot Kendari Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru Mengaji

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Wali Kota Siska Karina Imran, terus memperkuat program pembangunan berbasis keagamaan melalui peningkatan kapasitas guru mengaji.

Kegiatan bertajuk “Program Baznas untuk Mendukung Guru Mengaji” ini diikuti oleh 143 peserta dari berbagai kecamatan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari menyampaikan apresiasi kepada Baznas dan MUI Kota Kendari yang terus bersinergi bersama pemerintah dalam melaksanakan program pembinaan keagamaan.

Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam, sehingga guru mengaji memiliki peran sangat strategis dalam membimbing generasi muda agar tumbuh dengan akhlak mulia, berdaya saing, serta berlandaskan iman yang kokoh.

Lebih jauh, Wali Kota mengingatkan bahwa visi-misi Kota Kendari adalah menjadikan kota yang layak huni, maju, adil, sejahtera, dan berkelanjutan.

Program peningkatan kapasitas guru mengaji, kata wali kota, merupakan langkah awal dalam mewujudkan visi tersebut.

“Kalau pemerintah tidak punya pedoman pembangunan maka arah menjadi tidak jelas, begitu pula umat Islam jika tidak berpegang pada Al-Qur’an, maka kehidupannya tidak terarah,” ungkapnya.

Selain pelatihan, Pemkot Kendari juga menyiapkan program 1000 Guru Mengaji sebagai terobosan baru yang diharapkan dapat memberikan penetrasi dakwah ke seluruh lapisan masyarakat.

Wali Kota bahkan berkomitmen melibatkan seluruh ASN melalui program pengajian rutin di lingkup pemerintah.

Ia menambahkan, melalui skema anggaran Rp100 juta per RT yang sedang dirancang, kesejahteraan guru mengaji, imam masjid, hingga kegiatan sosial keagamaan akan ikut terfasilitasi.

Ketua Baznas Kota Kendari, Drs. H. Amri Natsir, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dibiayai melalui anggaran Rp96,6 juta yang terbagi untuk bantuan guru ngaji serta pelatihan.

Ia juga melaporkan capaian zakat tahun 2025 yang baru mencapai 50,63 persen dari target Rp4 miliar.

Amri mengingatkan pentingnya zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat dengan mencontohkan kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang berhasil menyejahterakan rakyat melalui zakat.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Kendari, Dr. H. Moh. Yahya Obabid, menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah sumber kemuliaan, sehingga siapa pun yang dekat dengannya akan dimuliakan Allah SWT.

Ia mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Kendari yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memberi perhatian pada aspek mental-spiritual.

Menurutnya, program seribu guru ngaji yang diinisiasi MUI bersama Pemkot, Baznas, dan BKPRMI merupakan upaya besar dalam memperkuat akidah, ibadah, akhlak, serta meneguhkan sinergi ulama dan umara demi kebaikan masyarakat.(**)

Comment