KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Wali Kota Kendari memimpin rapat koordinasi dengan kepala balai dan satuan kerja Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan yang ada di Kota Kendari.
Dalam pertemuan ini Wali Kota Kendari mengajak pimpinan satker atau kepala Balai untuk melakukan pembangunan di Kota Kendari, sesuai kewenangan yang dimiliki.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, menyampaikan sejumlah kegiatan pembangunan yang sedang dan yang akan dilakukan di tahun 2025, seperti pengaspalan jalan di 24 titik yang dimulai dari jalan Balai Kota, Antero Hamra dan sejumlah jalan lainnya.
“Tahun 2024, jalan Kota Kendari dalam kondisi baik sepanjang 270,88 km, kondisi baik sedang 16,97 km, kondisi rusak ringan 65,89 km dan rusak berat 80,03 km sehingga total panjang jalan 433,77 km,” jelas wali kota.
Selain itu untuk menangani persoalan banjir pemkot sudah melakukan berbagai upaya salah satunya normalisasi drainase, kali dan sungai.
Wali Kota juga menyampaikan sejumlah rencana yang akan dilakukan pemerintah Kota Kendari, seperti pembangunan intake Tabanggele dan IPA Puuwatu dengan kapasitas 500 liter perdetik dan diperkirakan bisa melayani sebanyak 16.200 sambungan.
Selain itu, Wali Kota Kendari mengusulkan bantuan pembangunan infrastruktur pada satker atau balai kementerian tersebut.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara Haryono menjelaskan efisiensi yang dilakukan pemerintah saat ini membuat mereka hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang mendukung ketahanan pangan.
Namun untuk mendukung pembangunan di Kota Kendari mereka melakukan perbaikan drainase di sejumlah titik di Kota Kendari untuk menangani persoalan banjir.
“Yang masuk penanganan tahun 2025 ini diantaranya, drainase jl Dr. Moh. Hatta dan drainase jalan Ir. Soekarno,” ungkapnya.
Sedangkan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Muhammad Harliansyah menjelaskan sesuai kewenangan mereka, sejumlah program tengah dijalankan di Kota Kendari salah satunya pembangunan Kolam Retensi Nanga-nanga.
Namun selama ini sejumlah program telah dilaksanakan seperti pembangunan tanggul penahan banjir Sungai Wanggu sepanjang 22 km termasuk penyediaan air baku Matabondu.
“Kedepan kita mengusulkan pembangunan drainase utama perkotaan dibeberapa sungai yaitu, Sungai Lepo-lepo, Sungai Wua-wua, Sungai Kadia dan Sungai Bonggoeya,” jelasnya. (**)
Comment