KENDARI,EDISIINDONESIA.id- Pemerintah Kota Kendari terus memacu langkah untuk meraih predikat Kota Sehat. Rapat sosialisasi dan pemantapan verifikasi lanjutan penyelenggaraan Kota Sehat digelar di Balai Kota Kendari, dihadiri oleh Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, bersama jajaran OPD. Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian dan memastikan kesiapan setiap indikator penilaian (19/8/2025).
Sembilan indikator Kota Sehat menjadi fokus utama dalam forum tersebut. Hasil self-assessment yang masih memerlukan perbaikan mendorong pemerintah untuk melibatkan camat, lurah, hingga kepala puskesmas. Tujuannya adalah mendapatkan masukan teknis yang sesuai dengan kondisi lapangan. Wali Kota Siska menekankan pentingnya laporan yang akurat dan sesuai fakta.

“Tidak boleh ada data yang tidak sesuai kenyataan. Kepercayaan dan kualitas hidup warga adalah prioritas utama,” tegasnya.
Sebagai ibu kota provinsi dengan 366.454 penduduk dan luas 271,76 km², Kendari memiliki visi besar untuk menjadi kota layak huni, maju, berdaya saing, adil, sejahtera, dan berkelanjutan pada tahun 2029.
Visi ini didukung oleh lima misi strategis: peningkatan kualitas SDM, tata kelola berbasis inovasi digital, perlindungan sosial adaptif, pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, dan penguatan ekonomi inklusif berbasis komunitas unggul.

Capaian indikator pembangunan manusia juga menunjukkan perkembangan positif. IPM Kota Kendari pada tahun 2024 mencapai 85,79—tertinggi di Kawasan Indonesia Timur. Angka Harapan Hidup meningkat dari 75,34 (2023) menjadi 75,47 (2024), mencerminkan peningkatan kesehatan, pendidikan, dan daya beli masyarakat.

Pemkot Kendari menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan agenda besar ini berjalan efektif dan Kendari layak menyandang predikat Kota Sehat.(adv)
Comment