GMKI Kendari Gelar Konfercab XXIII, Staf Ahli Wali Kota Jadi Pemateri

KENDARI, EDISIINDONESIA.id — Aula Balai Guru Penggerak (BPG) Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi saksi semangat intelektual dan spiritual kader muda dalam gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) XXIII dan Konferensi Studi Lokal (KSL) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kendari.

Kegiatan ini dibuka secara resmi dengan sambutan dari perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari yang diwakili oleh Adriana Musaruddin, S.Sos., M.Si.

Dalam sesi penyampaian materi bertajuk “Membangun Generasi Emas Mewujudkan Kendari Maju yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”, Adriana menekankan bahwa GMKI sebagai organisasi yang berakar pada nilai-nilai kekristenan dan nasionalisme memiliki potensi besar sebagai lokomotif perubahan.

“Saya berharap dari konferensi ini akan lahir gagasan-gagasan besar, pemikiran kritis, dan kader-kader muda yang siap mempersembahkan diri bagi kemajuan Kendari dan Indonesia. Mari kita bangun Kendari bersama dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian,” ujarnya.

Suasana forum makin hidup ketika salah satu peserta, Kevin Imanuel, mengajukan dua pertanyaan yang cukup menggugah:

“Program prioritas seperti apa yang dibangun oleh Pemerintah Kota Kendari?”

“Apa upaya yang telah dilakukan pemerintah terhadap wilayah terdampak bencana, seperti di Lepo-lepo?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, Adriana menyampaikan bahwa Pemkot Kendari selama ini bergerak cepat dalam menangani bencana.

Ia mencontohkan penanganan banjir di wilayah Lepo-lepo, di mana Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevakuasi warga dan mendistribusikan bantuan pangan.

“Pemerintah bergerak cepat melalui diskusi lintas OPD, langsung turun ke lapangan, evakuasi dilakukan, dan bantuan pangan disalurkan segera setelah bencana terjadi,” jelasnya.

Respon tersebut mendapatkan apresiasi dari para peserta konferensi yang menilai bahwa Pemerintah Kota Kendari tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.(**)

Comment