KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Seleksi Tilawatil Qur’an dan Al Hadits (STQH) adalah bentuk ikhtiar untuk membangun masyarakat Sulawesi Tenggara yang cinta Al-Qur’an dan melahirkan generasi yang berbudi pekerti luhur.
Demikian disampaikan Kakanwiil Kemenag Provinsi Sultra, Muhamad Saleh, saat memberikan sambutan pada pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Al Hadits (STQH) XVIII Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025 yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, di Hotel Azizah Syariah Kendari, Sabtu (21/6/2025) malam.
Turut hadir Ketua DPRD Prov. Sultra, Forkopimda Prov. Sultra, Sekda Prov. Sultra, Ketua Dharma Wanita Prov. Sultra, Ketua Tim PKK Prov. Sultra, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan OPD Prov. Sultra, para Bupati dan Walikota se Sultra, Kepala Kankemenag Kab/Kota se Sultra, Pimpinan Ormas Keagamaan Islam, Ketua dan Anggota Dewan Hakim, Pimpinan Kafilah serta segenap Peserta STQH.
Saleh mengatakan, Seleksi Tilawatil Qur’an dan Al Hadits (STQH) XVIII bukan hanya sekadar ajang perlombaan untuk menguji kemampuan dalam membaca Al-Qur’an, menghafal serta menafsirkan al-Qur’an maupun Hadis Nabi SAW.
“STQH merupakan wadah untuk menggali potensi generasi muda dalam mengimplementasikan Nilai-Nilai ajaran Al-Qur’an dan Hadis Nabi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Saleh mengingatkan, bahwa STQH ini adalah ajang untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman. Saleh berharap para peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan penuh semangat, sportivitas dan rasa tanggung jawab yang tinggi.
“Apalagi, nantinya hasil dari Pelaksanaan ini akan menjadi Barometer siap tidaknya Pemerintah dan masyarakat Sulawesi Tenggara menjadi Tuan Rumah Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Hafalan Hadis (STQH) ke-XXVIII Tingkat Nasional di Kota Kendari Bulan Oktober 2025 mendatang,” kata Saleh.
Selaku Kakanwil, dirinya merasa sangat bangga atas terselenggaranya STQH tingkat Provinsi dan mengapresiasi upaya semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan STQH tersebut, mulai dari panitia, peserta, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung kelancarannya.
“Apresiasi khusus kepada para Kafilah dan seluruh peserta yang akan menunjukkan bakat dan kemampuan terbaik mereka dalam berbagai kategori, mulai dari Cabang Seni Baca Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur;an, Hafalan Hadis serta Karya Tulis Ilmiah Hadis,” imbuhnya.
Saleh berharap, STQH tidak hanya melahirkan prestasi di bidang keagamaan, tetapi juga semakin mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat komitmen untuk terus mempelajari dan mengamalkan isi Al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita wujudkan generasi Qur’ani yang unggul sebagai salah bentuk ihtiar untuk mewujudkan masyarakat Sultra yang maju, aman, sejahtera dan religius”, tutur Saleh.
Kepada Para Dewan Hakim, Seleh berpesan agar benar-benar menjunjung tinggi obyektifitas dan keadilan dalam memilih peserta terbaik.
“Karena ini juga merupakan tolak ukur mampu tidaknya peserta Sulawesi Tenggara bersaing dalam kompetisi pada STQH Nasional mendatang,” tandasnya. (**)
Comment