EDISIINDONESIA.id – Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Kamis (12/6/2025). Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 1.000 meter dari puncaknya, menciptakan kekhawatiran di kalangan warga yang tinggal di sekitar lereng gunung.
Erupsi terjadi pada pukul 09.25 WIB, seperti dilaporkan oleh Pos Pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat daya.
“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 178 detik,” ujar Mukdas Sofian, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru.
Status Gunung Semeru
Meski erupsi Gunung Semeru kali ini tidak menyebabkan dampak signifikan, status gunung tetap berada pada Level II atau Waspada.
Petugas PVMBG menegaskan pentingnya menjaga jarak aman agar tidak terdampak awan panas, lontaran batu pijar, ataupun aliran lahar yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Beberapa rekomendasi penting dari PVMBG untuk warga sekitar, yaitu:
1. Tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
2. Menjauhi sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak, serta 500 meter dari tepi sungai.
3. Waspada terhadap potensi awan panas guguran dan aliran lahar saat hujan turun.
Warga Diminta Siaga
Gunung Semeru dikenal sebagai gunung berapi aktif yang kerap mengalami letusan minor maupun besar.
Karena itu, Mukdas Sofian mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu ke gunung, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami imbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak karena berbahaya terhadap lontaran batu pijar,” katanya.
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kali ini menunjukkan bahwa gunung api aktif masih menyimpan potensi bahaya kapan saja.
Erupsi Gunung Semeru pada Kamis pagi ini menjadi pengingat bagi warga Lumajang dan sekitarnya untuk selalu mematuhi anjuran keselamatan dari pihak berwenang. Tetap tenang, waspada, dan siaga menghadapi kemungkinan erupsi lanjutan. (edisi/bs)
Comment